SuaraJogja.id - Kulon Progo mendapat lonjakan terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak delapan kasus baru dalam sehari. Penambahan ini terbanyak yang pernah dicatat oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan delapan kasus baru itu yakni KP-46, KP47, KP-48, KP-49, KP-50, KP-51, KP-52 dan KP-53. Sementara itu tujuh di antara delapan pasien tersebut diketahui sebagai kontak erat dari pasien positif asal Sentolo yang telah dinyatakan meninggal beberapa waktu lalu.
"Benar hari ini kita ada tambahan cukup banyak yakni, delapan kasus. Jadi total kasus kumulatif di Kulon Progo sebanyak 53 orang," kata Baning kepada awak media, Rabu.
Baning menjelaskan lebih lanjut bahwa KP-46 yang berusia 36 tahun berjenis kelamin laki-laki, berasal dari Kapanewon Sentolo memiliki riwayat perjalanan dari Bekasi. Sementara itu empat penderita asal Kapanewon Sentolo meliputi KP-47, laki-laki; KP-48, perempuan; KP-49, laki-laki; KP-50 perempuan.
Ditambah dengan tiga orang kasus lainnya yang berasal dari Kapanewon Lendah adalah KP-51, laki-laki; KP-52, laki-laki dan KP-53, laki-laki. Ketujuh pasien itu memiliki riwayat kontak erat dengan KP-44, laki-laki berusia 51 tahun yang berasal Kapanewon Sentolo yang dinyatakan meninggal dunia, pada Sabtu (8/8/2020) lalu di RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta.
"Kami sebut sebagai cluster Srikayangan dan sementara sudah ada sembilan kasus positif dengan dua di antaranya meninggal. Dari hasil tracing kami temukan ada sebanyak 39 kontak erat dari KP-44 dan KP-45. Ke 39 orang ini telah menjalani test swab dan masih menunggu hasil laboratorium," tuturnya.
Diketahui sebelumnya sudah tercatat sembilan kasus positif dengan dua pasien yang meninggal dunia dari kluster Srikayangan tersebut yakni KP-44 dan KP-45. Saat ini pihaknya tengah masih akan terus melanjutkan tracing kepada kontak erat tersebut.
Selain terdapat lonjakan penambahan kasus, Kulon Progo juga mendapat kesembuhan tiga pasien Covid-19. Tiga pasien yang sembuh tersebut adalah KP-32, KP-35 dan KP-36 yang semuanya berasal dari Kapanewon Wates.
Hingga saat ini total secara kumulatif kasus yang ada di Kulon Progo telah mencapai 53 orang. Dari jumlah tersebut 23 orang masih dalam perawatan, 29 sudah dinyatakan sembuh, dan dua meninggal dunia.
Baca Juga: Abrasi Parah, Konservasi Penyu di Trisik Kulon Progo Bakal Direlokasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
GKR Bendara: JCWF 2026 Menghubungkan Komunitas Wellness dan Industri Pariwisata Yogyakarta
-
7 Tempat Wisata Jogja untuk Merayakan Malam Tahun Baru, Pasti Semarak!
-
Mobil Wisatawan Nyaris Dirampas Debt Collector di Jogja, Polisi Ungkap Pangkal Masalah
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Seniman Sindir Represi dan Anggaran Seni yang Tergeser Program Prioritas
-
YAYAYA FEST 2026 Hadir di Jogja: Konser Inklusif, Ramah Difabel dan Lingkungan