SuaraJogja.id - Akun Twitter @tawrusgirll membagikan perjalanan hidupnya yang berubah akibat wabah corona. Salah satu yang memilukan adalah, ia ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG), sementara dalam kurun waktu satu bulan, ia juga kehilangan kedua orang tuanya.
Kisah sedih yang ia alami bermula pada 2 Juni 2020, saat seharusnya ia dan ayahnya pergi bersama ke pusat perbelanjaan untuk membeli seseuatu. Namun, karena ayahnya mengaku pusing, ia akhirnya pergi dengan sang ibu.
Kira-kira dua hari kemudian, ibunya juga mulai mengeluh mengalami gangguan kesehatan. Ibunya mengaku kelelahan dan hanya butuh istirahat selama beberapa hari saja. Memang beberapa waktu belakangan, pekerjaan sebagai wirausaha banyak menyedot tenaga ibunya.
Sehari setelahnya, ia sendiri mengaku badannya terasa panas. Saat dicek, suhunya mencapai 38,5 derajat celsius. Hal tersebut terjadi semalaman, sedangkan paginya, suhu tubuhnya sudah kembali normal menjadi 36,4 derajat celsius.
"Oiya selama aku panas, meskipun mulut rasanya pahit aku tetep paksa buat makan. Karena aku gak mau kalau harus sakit semua," tulis gadis ini dalam utas yang diunggah pada Selasa (11/8/2020).
Lambat laun, kondisi kedua orang tuanya kian menurun. Ayahnya merasakan mual, tetapi tidak bisa muntah karena tidak ada makanan yang masuk ke perut. Sedangkan ibunya juga mulai menolak makan karena lidahnya terasa pahit.
Kondisi ayahnya yang semakin parah, hingga untuk ke kamar mandi butuh waktu lama, membuat ibunya memutuskan untuk mengubungi adiknya. Ia minta tolong agar suaminya itu diantarkan ke dokter spesialis.
Dokter menyebutkan bahwa ayahnya kemungkinan mengalami maag. Namun, dokter juga menyarankan cek laboratorium untuk mengatahui kondisi lever dan ginjalnya.
Adik-adik ayahnya kemudian menawarkan agar laki-laki setinggi 170 cm itu dirawat di kediaman mereka, sehingga si ibu bisa bertistirahat dan sang ayah mendapatkan perawatan semaksimal mungkin.
Baca Juga: Kabar Baik, Argentina dan Meksiko Siap Produksi Vaksin Covid-19 AstraZeneca
Selasa (9/6/2020), gadis ini mandi dan mencoba mencium bau sabun yang ia gunakan, tetapi gagal. Ia juga mencoba mencium deodoran yang ia kenakan, tetapi masih terasa hambar, begitu juga saat ia mencoba mencecap teh manis kemasan.
Kondisi kedua orang tuanya makin menurun, ditambah dengan ibunya yang merasa bersalah karena tidak bisa merawat suaminya.
Pada 11 Juni 2020, ibunya lantas memutuskan untuk melakukan rapid test, dengan hasil non-reaktif.
Pulang dari rumah sakit, mereka memutuskan menjenguk ayahnya di rumah saudara. Sampai di sana, ia melihat kondisi ayahnya yang makin buruk. Bahkan untuk bangun di kasur saja ayahnya sudah kepayahan.
Ia pun duduk di belakang kedua orang tuanya dan menangis tersedu. Seumur hidup, itu adalah kali pertama ia melihat ayahnya dalam kondisi demikian. Saat itu juga, ayahnya kemudian mau dibawa ke rumah sakit.
"Sampai akhirnya aku pulang, sampai di rumah aku dan ibu bebersih dan lanjut salat dhuhur dan ashar. Beberapa menit setelah sholat ashar, aku dapat kabar kalau bapak meninggal," lanjut akun @tawrusgirll.
Berita Terkait
-
Kabar Baik, Argentina dan Meksiko Siap Produksi Vaksin Covid-19 AstraZeneca
-
Resepsi Drive Thru di Bekasi, Cara Efektif di Tengah Pandemi
-
Sempat Sepi Karena Isu Covid-19, Begini Kondisi Saat Ini di Pasar Pakem
-
Anthony Fauci Ragukan Keamanan Vaksin Covid-19 Rusia
-
TNI: Jangan Bayangkan Kami Bawa Alutsista Saat Atur Protokol Covid-19
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
Lulusan Hukum UGM Ini Banting Setir Jadi Ojol Saat Kuliah, Kini Jadi Peneliti Hukum Nasional
-
3 Rekomendasi Sedan Bekas Modal Rp30 Jutaan, Tahun 2000-an: Nyaman, Irit, dan Anti Rewel!
-
Kunci Jawaban Ekonomi Kelas 11 Halaman 118-119 Kurikulum Merdeka: Teori Kuantitas Uang Fisher
-
Soroti Aktivitas Pedagang Sate di Malioboro, DPRD Kota Jogja Sebut Penindakan Masih Tak Optimal