SuaraJogja.id - Surat Keputusan (SK) Penetapan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Pilkada Gunungkidul dari Partai Nasdem beredar luas di media sosial sejak Rabu (19/8/2020) kemarin. Salinan tersebut menyatakan bahwa Partai Nasdem menetapkan pasangan Immawan Wahyudi dan Martanty Soenar Dewi sebagai bapaslon Pilkada Gunungkidul 2020.
Salinan surat tersebut lengkap dengan tanda tangan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Nasdem Surya Paloh di atas meterai, serta tanda tangan Sekretaris Jenderal DPP Nasdem Johnny G Plate, sehingga seolah menjadi jawaban sikap pemilik 9 kursi DPRD Gunungkidul ini pasca-mundurnya ipar Jokowi, Wahyu Purwanto, dari bursa pencalonan.
Namun ketika dikonfirmasi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Gunungkidul Supardja mengaku justru mengetahui ihwal surat rekomendasi tersebut dari media sosial dan pesan di WhatsApp dari pihak yang meminta konfirmasi darinya. Ia bahkan belum mengetahui dan menerima salinan resmi dari SK tersebut.
"Saya juga tahunya [soal salinan SK] dari media sosial sejak kemarin. Sampai sekarang saya malah belum menerima suratnya," katanya, ketika dikonfirmasi pada Kamis (20/8/2020).
Anggota DPRD DIY ini juga menyatakan belum menerima perintah atau informasi apa pun terkait SK dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem DIY Subardi.
Biasanya jika ada keputusan dari DPP, ia akan diundang ke DPW termasuk untuk melihat salinan SK.
Sampai saat ini, Partai Nasdem belum menentukan sikap berkaitan dengan siapa yang bakal diusung untuk Pilkada Gunungkidul 2020 mendatang -- apakah akan mengusung calon sendiri atau mengacu pada calon yang sudah diusung partai lain.
Kendati begitu, Supardja menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan DPP jika salinan tersebut benar adanya.
Sebab, keputusan DPP memang wajib dilaksanakan oleh kader di bawah. Ia pun menyatakan siap merespons keputusan itu dengan konsolidasi ke kader-kader.
Baca Juga: Nasdem Berikan Rekomendasi Resmi untuk Noto, Mbah Bardi: Ini Suara Rakyat
Awak medi apun berusaha mencoba mengonfirmasi langsung ke Subardi melalui pesan singkat dan telepon. Namun hingga berita ini diturunkan, ia belum merespons.
Meski begitu awal pekan ini, Subardi mengungkapkan, sampai saat ini belum ada rekomendasi dari DPP berkaitan dengan siapa nama yang bakal diusung oleh Partai Nasdem. Siapa pun yang akan diusung, pihaknya masih menunggu keputusan DPP.
"Belum. Siapa pun itu masih menunggu," ujar Mbah Bardi, Selasa (18/8/2020), kepada awak media.
Ia sendiri belum mengetahui kapan rekomendasi DPP Nasdem akan keluar. Namun ia menandaskan, rekomendasi tersebut sudah keluar sebelum tanggal 4 September 2020 atau saat pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Terkait beberapa nama yang saat ini santer dikabarkan akan diusung oleh Partai Nasdem dalam Pilkada Gunungkidul nanti, lagi-lagi ia berkelit. Ia meminta masyarakat Gunungkidul sabar menantikan siapa nama yang akan diusung oleh partainya.
"Saya sangat subyektif. Pokoknya nantilah," tambahnya.
Berita Terkait
-
Nasdem Berikan Rekomendasi Resmi untuk Noto, Mbah Bardi: Ini Suara Rakyat
-
Muncul Spanduk Dukungan ke Sunaryanto, Nasdem akan Perkarakan Pembuatnya
-
Taufik Basari, Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Positif Covid-19
-
Catut KTP Guna Dukung Calon Independen, Warga Nglegi Tuntut Pamong Mundur
-
Nasdem: Omnibus Law Cipta Kerja Solusi Hadapi Krisis
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
JPW Pertanyakan Sikap Humanis Polda DIY: Ada Pelempar Berlindung di Balik Barikade Polisi
-
Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY