Pada 2019, berawal dari perkumpulan masyarakat yang tergabung dalam Karang Taruna Kampung Mrican, mereka bergerak membersihkan lokasi yang saat ini disulap menjadi tempat budidaya ikan.
Mulanya sedimentasi yang menumpuk di bawah selokan diangkut. Ratusan warga bekerja bakti yang dikomandoi oleh Karang Taruna setempat pada 10 Februari 2019.
"Tebalnya sampai 60 cm, warga bekerja bakti membersihkan selokan itu. Karena kami punya RTH tapi malah selokannya masih saja kotor, jadi sekalian kita rapikan semua," kata dia.
Pembersihan pertama hanya 50 meter panjang selokan yang mereka keruk. Seiring berjalannya waktu, warga menambah 30 meter lagi untuk dibersihkan.
Baca Juga: Ditanya Soal Tamu dari Jakarta di Jogja, Begini Jawaban Santai Zaskia Mecca
Selesai mengangkut puluhan kilo sampah dan tanah sedimentasi tersebut, warga merasa kurang puas. Aliran irigasi sepanjang 80 meter yang hanya dialiri air dianggap biasa. Akhirnya salah seorang anggota karang taruna memberi gagasan untuk menebar benih ikan nila.
April 2019, pertama kalinya warga menebar bibit ikan nila sebanyak 25 kilo. Perkembangbiakan nila yang dianggap bagus akhirnya ditambah lagi sebanyak 125 kilo.
Tak hanya menebar ikan, para anggota karang taruna yang kemudian berjuluk Bendhung Lepen itu juga mengecat dan mewarnai beberapa sudut jalan termasuk pinggiran selokan supaya terlihat cantik.
Dalam waktu singkat, kawasan yang sebelumnya kumuh itupun menarik perhatian sejumlah warga Kota Yogyakarta. Tak sedikit di antaranya yang kemudian menjadikan lokasi selokan itu sebagai tempat melepas penat dan liburan.
Ditolak warga
Baca Juga: Rindu Kuliner Jogja, Coba di Rumah Resep Gudeg Nangka Ini
Mengubah selokan yang dulunya tak terurus menjadi tempat budidaya ikan, bukan berarti tak ada kendala. Pengurus Komunitas Bendhung Lepen lainnya, Andi Nur Wijanarko menjelaskan saat pembersihan irigasi atau selokan ini sempat mendapat penolakan warga dari Bantul.
Berita Terkait
-
Akademisi Kecam Sikap Jokowi yang "Hanya Cengengesan" Saat Masuk Tokoh Terkorup Dunia: Kumuh Sekali
-
Netizen Temukan Kemiripan Kawasan Universitas Indonesia di Depok dengan Central Park New York: Kumuh vs Mewah!
-
Prabowo Tinjau Kawasan BLUPPB Karawang, Dorong Swasembada Pangan dan Ekonomi Biru
-
Berantas Kota Kumuh! BRIN Kembangkan Peta Berbasis Citra Satelit
-
Modal Cuma-Cuma dari Astra, Warga Gang Durian Bertahan Budidaya Ikan Nila Meski Tantangan Menghadang
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo