SuaraJogja.id - Posko Dukungan Covid-19 DIY telah dibubarkan sejak Rabu (26/8/2020). Sampaikan salam perpisahan di Twitter, akun @TRCBPBDDIY banjir kalimat haru dari warganet.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY menutup Posko Dukungan Covid-19 DIY sebagai implementasi hasil evaluasi penanganan covid-19. Posko tersebut sudah dibuka enam bulan yang lalu, sejak kasus positif mulai terkonfirmasi di DIY.
Awalnya posko yang berisi gabungan relawan, SAR, TRC, MDMC dan lainnya itu bertugas melakukan penyemprotan desinfektan. Kemudian tugas mereka bertambah untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19.
Setelah ditutup, tugas dan fungsi pokoknya akan diserahkan kepada lembaga dan gugus tugas masing-masing di kabupaten dan kota. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dari tingkat desa hingga kabupaten diminta mengoptimalkan kerjanya.
Baca Juga: Gelar Operasi Curas, Polda DIY Gulung 26 Tersangka dan 42 Barang Bukti
Mengakhiri kerja relawan gabungan di Posko Dukungan Covid-19, tim relawan membagikan momen pamitan mereka melalui akun Twitter @TRCBPBDDIY. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena pelayanan dihentikan.
"Kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat; pelayanan pemakaman prosedur #COVID19, dekontaminasi ambulan dan personel nakes dihentikan. Seluruh kegiatan kembali kepada prosedur normal. Semoga Tuhan melindungi kita semua," tulis akun BPBD dalam cuitannya Rabu (26/8/2020).
Sejak diunggah, postingan tersebut mendapatkan respon dari masyarakat, mereka menyampaikan pesan-pesan mengharukan untuk para relawan yang telah bertugas. Sekaligus ucapan terimakasih atas kerja keras para relawan sebelumnya.
Setidaknya ada seratus lebih komentar yang disampaikan warganet. selain itu ada 800 lebih yang membagikan ulang melalui retweet dan 600 lebih menekan tanda suka.
"Kamu pernah berjasa antar bapakku ke peristirahatannya yang terakhir. Matur nuwun (Terimakasih) semoga semua hal yang telah kamu lakukan menjadi pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat nanti. Hanya kata terimakasih dan doa terbaik kagem panjenengan semua, aamiin," tulis akun @ajenghangesti1.
Baca Juga: Berniat Salip Bus, Pemotor di Gamping Tewas Terlindas Truk
"Satu gambar sejuta makna, ada kekecewaan, ada kebanggan, ada rasa haru dan yang paling utama ada rasa terima kasih kepada anda semua," komentar akun @Keliekh.
Sementara akun @robertus_yudha berkomentar, "Beneran ini Min? Padahal pandemi masih blm keliatan ujungnya. Yah, apapun itu keputusannya matur sembah nuwun untuk semua kerja keras dan dedikasinya Min BPBD. Gusti mberkahi."
Berita Terkait
-
Semarakkan HUT DIY, Pameran Produk Unggulan Wirausaha Desa Preneur Digelar
-
Drama Relokasi Teras Malioboro 2: Pedagang Tridharma Vs Pemda, Siapa yang Menang?
-
Kendala Administrasi Hambat Pelaksanaan MBG di DIY
-
Bangkitkan Kreativitas Lewat Proyek DIY, Seni Berkreasi dari Nol
-
Warga DIY dan Jakarta Tenang! Bayar Pajak Kendaraan Tak Naik Meski Ada Opsen
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan