Selain ijazah, ia juga membawa sepeda kayuhnya yang tertinggal di Madiun. Menunggangi sepedanya tersebut, Alim menempuh perjalanan dari Madiun ke Ngawi. Di rumah pamannya ia menjelaskan bagaimana ia gagal pergi ke Amerika.
Nekat ke Jogja
Setelah itu, Alim masih kembali ke Solo untuk menyelesaikan beberapa urusan administrasi. Sambil membawa ijazah dan sisa uang ganti rugi, Alim teringat saat pelepasan siswa kelas 3 di sekolahnya ada kakak kelas yang menjelaskan mengenai berkuliah di Jogja.
Meski belum mengenal betul tentang seluk beluk kota yang berjuluk Kota Pendidikan itu, Alim nekat naik bus dan duduk di belakang supir dengan harapan bisa melihat plang selamat datang Jogja untuk mengetahui apakah ia sudah sampai di tujuan atau belum.
Di perjalanan, ia heran melihat orang-orang turun saat kenek bus menyebut kata Janti. Akhirnya ia ikut turun, sambil celingak celinguk melihat kondisi sekitar.
Kerudung yang ia kenakan, membuat tukang becak mengira dirinya akan pergi ke IAIN (Saat ini UIN). Lantaran terlihat bingung, Alim lantas dibantu untuk mencari kendaraan yang mengantarkannya ke UIN.
Tiba di bangunan perguruan tinggi negeri itu, Alim tidak mengetahui apa-apa saja syarat yang diperlukan untuk mendaftar, ia lantas bertanya pada seorang pria yang turun dari bus bersama dirinya. Dokumen yang semula ia gunakan untuk mengajukan visa ia copoti untuk digunakan mendaftar UIN. Ia juga mengeluarkan uang sebesar Rp20.000 untuk melakukan pendaftaran.
Sebelum mengikuti ujian masuk, Alim sempat pulang untuk memberikan kabar kepada orangtuanya bahwa putrinya mendaftarkan diri sebagai mahasiswi IAIN. Setelah mengikuti ujian masuk dan dinyatakan diterima, Alim membutuhkan uang senilai Rp 152.000 untuk membayar biasa masuk. Masih segar di ingatannya bagaimana ibunya mengayuh sepeda ke tempat yang jauh guna menjual gelang dan cincin untuk mengumpukan biaya perkuliahan putrinya.
Selama dua minggu mengikuti masa orientasi, ia dititipkan ke rumah seorang keponakan dosen UIN yang merupakan kenalan dari atasan pamannya.
Baca Juga: Protes UIN Sunan Kalijaga Trending, Akun Twitter Jookoowi Turut Prihatin
"Setelah dua minggu itu saya kemudian dapat kosan. Yang mana, kosan itu sudah lama tidak ditinggali. Dindingnya berlumut dan ranjangnya cuman papan kaju biasa gitu," tutur Alim dengan wajah serius.
Berhasil bertahan hidup dalam kekurangan selama kuliah, Alim berfikir untuk tidak lama-lama menyelesaikan studi strata satunya itu. Hasilnya, Alim berhasil menjadi lulusan terbaik se-Fakultas Dakwah IAIN Yogyakarta.
Setelah kelulusannya di tahun 1995, Alim mencoba peruntungan mendaftar sebagai dosen di IAIN pada tahun 1996. Setelah berhasil melewati 5 kali tes menjadi tenaga pengajar, Alim diterima untuk kemudian bekerja di bidang Tata Usaha terlebih dahulu.
Berangkat ke Amerika Serikat
Merasa tidak sesuai untuk bekerja sebagai pegawai tata usaha, Alim lantas mendaftarkan diri menjadi mahasiswa S2 di bidang Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama sang suami. Pasangan pengantin baru itu sempat pontang-panting mencari beasiswa namun berujung nihil.
Namun, masalah ekonomi tak menghentikan langkahnya yang kemudian menerima beasiswa dari kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama. Beruntung, Alim menjadi salah satu dosen pertama yang menikmati fasilitas Beasiswa Pendidikan Pascasarjana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Kisah Haru Fauziah: Hampir Gagal Mudik Akibat Banjir, Diselamatkan Program Kampus UMY
-
Tips Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global Menurut Ketum PERBANAS Hery Gunardi
-
5 Fakta Terkuaknya Kasus Penganiayaan Berat di Bantul: Dua Pelaku dengan Peran Berbeda
-
Fuso Berkah Ramadan: Sun Star Motor Sleman Pererat Silaturahmi dengan Konsumen Lewat Promo Menarik
-
BRI Perkuat New Growth Engine melalui BRIVolution Reignite, Laba Anak Usaha Capai Rp10,38 Triliun