"Vaksin bila efektif hanya dalam dua bulan, itu tidak ada gunanya, sehingga kita belum tahu, vaksin itu efektif dua tahun maka baru berdaya guna. Karena itu, semua harus mawas diri mengubah cara kita sehari-hari menaati protokol kesehatan," ungkapnya.
Titik Nuryastuti, anggota tim laboratorium diagnostik FKKMK UGM, menambahkan, ditemukannya mutasi D614G di DIY dan Jateng karena memang penelitian yang dilakukan UGM lebih di dua provinsi tersebut. Tim memeriksa 11.250 sampel virus di DIY dan 4.311 virus di Jateng.
Tracing yang gencar di DIY dan Jateng bagi masyarakat disinyalir membuat banyak kasus positif COVID-19 ditemukan. Karenanya, mutasi virus perlu terus diwaspadai karena virus sudah bisa beradaptasi dengan inang.
"Dari jumlah tersebut, yang positif bermutasi 1.088 atau 0,73 persen," ungkapnya.
Kontributor : Putu Ayu Palupi
Berita Terkait
-
Menristek: Belum Ada Bukti Mutasi Virus Corona Terbaru Lebih Berbahaya
-
Menristek: Mutasi Covid-19 D614G Sudah Dominasi 78 Persen Kasus di Dunia
-
5 Fakta Terbaru Seputar Mutasi Virus Corona D614G di Indonesia
-
Peneliti UGM Ungkap Covid-19 Bermutasi, Infeksiusnya 10 Kali Lebih Dahsyat
-
Mutasi Covid-19 yang Lebih Menular Baru Sebatas Hasil Uji Lab
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja