SuaraJogja.id - Para petani di Bantul diwajibkan memiliki kartu tani sebagai salah satu syarat dan kewajiban untuk mendapat subsidi pupuk per 1 September tahun ini.
Oleh sebab itu, Dinas Pertanian Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Bantul meminta masyarakat, khususnya petani, lebih aktif berkoordinasi dengan gapoktan setempat terkait hal itu.
“Kami imbau masyarakat, khususnya para petani, bisa melakukan pengecekan secara mandiri untuk melihat apakah nama mereka terdaftar atau belum," ujar Kepala DPPKP Bantul Yus Warseno, Senin (7/9/2020).
Yus Warseno mengatakan bahwa sosialisasi terus dilakukan agar tidak ada masalah terkait dengan penyaluran pupuk subsidi ini kepada para petani.
Tidak hanya sosialisasi mengenai kartu tani, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait soal penyaluran.
Beberapa pihak yang disebutkan berperan dalam penyaluran pupuk ini di antaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta produsen pupuk itu sendiri.
Sosialisasi dan koordinasi ini dilakukan juga guna mendorong para petani untuk lebih proaktif dalam memenuhi kewajiban yang diperlukan.
“Kita tidak ingin malah proses penyaluran ini menghambat atau mempersulit para petani, jadi kami masih akan terus lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar lebih lancar," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana Penyuluhan DPPKP Bantul Arifin Hartanto menuturkan, pihaknya hingga saat ini masih belum bisa menyebutkan angka pasti terkait dengan alokasi pupuk bersubsidi di wilayah Bantul. Kendati begitu, diperkirakan jumlah alokasi yang akan diberikan kepada para petani di Bantul berkisar hingga 27.000 ton.
Baca Juga: Terkait Dana Kampanye, Bawaslu Bantul: Pengawasan Ini Memang Paling Sulit
"Kalau produksi pupuk bersubsidi ini sendiri merupakan produksi dari pabrik pupuk yang kerja sama dengan pemerintah," kata Arifin.
Arifin menambahkan bahwa di Bantul sendiri alokasi pupuk itu disalurkan melalui distributor pupuk yang tersebar di wilayahnya. Sedangkan untuk kios pupuk resmi, Arifin mengatakan, terdapat sekitar 49 kios yang ada di Bantul.
Terkait dengan kewajiban memiliki kartu tani bagi para petani, Arifin menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong para petani untuk segera mengurusnya.
Jika memang sudah mempunyai kartu tani tetapi sudah tidak aktif, petani bisa minta untuk diaktifkan kembali tanpa membuat yang baru.
Hal lain yang juga terus DPPKP lakukan adalah pendataan kepada petani yang hingga saat ini belum terdaftar pada e-RDKK. Selain itu, pihaknya juga sedang mengajukan penambahan alokasi untuk pupuk bersubsidi.
“Koordinasi terus kamu lakukan, khusunya kepada BRI untuk mempermudah pengaktifan kembalu kartu tani yang sudah tidak aktif. Selain itu, kami juga berupaya untuk terus menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk para petani di Bantul," tandasnya.
Berita Terkait
-
Terkait Dana Kampanye, Bawaslu Bantul: Pengawasan Ini Memang Paling Sulit
-
Prosesnya Ribet, Bupati Sragen Minta Penggunaan Kartu Tani Ditunda
-
Sudah Mendaftar, Pengerahan Massa Bapaslon Pilkada Bantul Disoroti Bawaslu
-
Detik-detik Siswa SMP di Bantul Terbawa Layangan, Jatuh hingga Patah Tulang
-
Terbawa Layangan Hingga Ketinggian 3 Meter, Nabil Jatuh Hingga Patah Tulang
Terpopuler
- Mahfud MD Soal Gugatan Pendidikan Gibran: Kalau Saya Hakimnya, Saya Mau Buat Terobosan
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan