SuaraJogja.id - Laporan dana kampanye dalam Pilkada Bantul menjadi salah satu persyaratan yang harus dilengkapi masing-masing pasangan calon. Meski belum memasuki masa kampanye, Bawaslu terus melakukan pengawasan ketat terkait penggunaan anggaran dana kampanye nantinya.
Ketua Bawaslu Bantul Harlina mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun strategi dan metode penentuan fokus dalam pengawasan dana kampanye. Menurutnya, transparansi menjadi satu hal krusial dalam penggunaan dana tersebut nantinya.
"Pengawasan dana kampanye ini memang yang paling sulit sebenarnya karena yang di lapangan menanggap bahwa semua yang menjadi suatu biaya operasional itu menjadi suatu bantuan dari person atau relawan, sehingga kadang keterbukaan atau transparansi di lapangan sulit," ujar Harlina kepada awak media, Senin (7/9/2020).
Kendati begitu, pihaknya akan terus memaksimalkan solusi agar dana kampanye yang tersedia bisa menjadi lebih transparan lagi untuk semua pihak, tidak memandang dari mana sumber dana itu, baik dari perseorangan, partai politik, atau relawan.
Harlina meminta semua pihak untuk memperhatikan aturan yang telah ditulis dalam Undang Undang Nomor 10 tahun 2016. Di situ dijelaskan, sudah ada nominal maksimal yang bisa digunakan untuk kampanye, ditambah juga dengan siapa saja yang diperbolehkan untuk menyumbang.
"Sudah ada aturannya, nah penentuan subjek objek yang saat ini mulai kita petakan," ungkapnya.
Ia menyebutkan, jika sebelumnya pada Pilkada 2015 batasan maksimal dana kampanye mencapai Rp8,2 miliar, untuk tahun ini dana tersebut terbilang masih sama.
Sementara itu, Ketua Tim Sukses Pasangan Suharsono-Totok Sudarto (Noto) Arif Iskandar mengatakan, pihaknya tidak ingin terburu-buru menyerahkan laporan dana kampanye. Arif mengungkapkan, laporan itu sendiri paling lambat diserahkan pada tanggal 25 September mendatang.
"Terkait dengan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) saat ini belum ada. LADK ini nanti begitu masuk masa kampanye akan diserahkan termasuk dengan rekening bersama paslon, isinya berapa, terus nanti seluruh biaya masuk dan keluar kampanye itu lewat rekening bersama itu," kata Arif.
Baca Juga: Sudah Mendaftar, Pengerahan Massa Bapaslon Pilkada Bantul Disoroti Bawaslu
Arif menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan besaran anggaran dana yang akan digunakan, begitu juga dengan sumbangan dari beberapa pihak yang masih belum diberikan.
"Sumbangan juga diatur, dan kita juga belum tahu ya karena memang ada pembatasan dalam pemberian sumbangan itu sendiri. Pribadi Rp250 juta misalnya, lalu dalam bentuk lembaga atau yang lainnya itu Rp500 juta maksimal. Kita memang belum mengarah ke sana untuk saat ini," ungkapnya.
Arif menegaskan bahwa saat ini pihaknya, baik dari paslon ataupun tim kampanye, masih menata diri dan membicarakan lebih lanjut tentang bagaimana bentuk dan jenis kampanye itu sendiri. Tim kampanye itu sendiri, kata Arif, terdiri dari kelima parpol yang telah bergabung.
"Kita ini konsepnya kebersamaan, jadi lima parpol pendukung ini kita lebur menjadi satu untuk membentuk menjadi tim kampanye," tuturnya.
Sementara itu di sisi lain, Ketua Tim Pemenangan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo (AHM-JP) Kusbowo Prasetyo menuturkan bahwa pihaknya telah memiliki Rencana Anggaran Biaya (RAB) terkait dana kampanye. Namun hingga saat ini, pihaknya masih akan tetap mematangkan lebih dulu rencana itu.
"Sudah ada rencana, tapi baru mau kita matangkan dulu. Nanti akan ada rapat tim pemenangan AHM-JP untuk membahas lebih lanjut tentang dana pemenangan itu, yang pasti RABnya sudah ada," tutur Kusbowo.
Berita Terkait
-
Sudah Mendaftar, Pengerahan Massa Bapaslon Pilkada Bantul Disoroti Bawaslu
-
Jumat Pagi, Paslon Suharsono-Totok Resmi Daftar ke KPU Bantul
-
Serahkan SK DPP, PPP Bantul Resmi Dukung Paslon Noto di Pilkada Bantul 2020
-
Jelang Pendaftaran Pilkada, Abdul Halim Muslih Siapkan Kirab ke Kantor KPU
-
Terjawab Sudah, PAN Putuskan Merapat ke Halim-Joko di Pilkada Bantul 2020
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Axioo Hadir di Agres Karnaval Gadget 2026 Yogyakarta dengan Aktivitas AI dan Gaming
-
Tak Sekadar Pamer Produk, ADVAN Ajak Pengunjung Karnaval Gadget Jogja Coba Langsung
-
RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Akademisi: Kewenangan Besar Tanpa Pengawasan Bisa Jadi Bumerang
-
Tragedi Drag Race Jadi Alarm, IMI Sebut Tak Semua Daerah Punya Venue Layak
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran