Galih Priatmojo
Rabu, 09 September 2020 | 19:59 WIB
Mbah Muhyi ditemani putrinya Aminah di gubuk reot yang ditinggalinya, Rabu (9/9/2020). [Kontributor / Julianto]

Besar keinginan Aminah untuk memperbaiki rumah ayahnya tersebut. Namun apa daya, ia hanya buruh tani dan hidup sendiri usai bercerai dengan suaminya.  

"Kalau memperbaiki rumah orangtua itu masih menjadi mimpi yang belum bisa saya wujudkan," ungkapnya.

Sementara jika harus mengharapkan saudaranya yang kini merantau ke Lampung, Jakarta, ataupun Wonosobo adalah hal yang tidak mungkin. Karena kondisi anak-anak Mbah Muhyi di perantauan juga masih sulit. Sekadar makan, mereka juga mengalami kesulitan.

"Sekarang kalau makan ya masih ada yang bantu. Simbah juga dapat BPNT dan BLT Lansia," terangnya.

Kontributor : Julianto

Load More