SuaraJogja.id - Kematian Rinaldi Harley Wismanu menjadi duka yang mendalam bagi keluarga. Tak hanya keluarga, warga dan teman-teman pria 32 tahun yang lahir di Pedukuhan Nologaten, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman itu juga merasakan hal yang sama.
Salah seorang warga Nologaten, Purwoko (45), menjelaskan bahwa korban memiliki pribadi yang baik dan juga dekat dengan teman sebaya serta warga lain.
"Sejauh ini baik, srawung [bergaul] dengan warga juga baik meski tidak sering. Dia kan juga belajar ya, tapi komunikasi kami juga baik," terang Purwoko kepada SuaraJogja.id, Jumat (18/9/2020).
Purwoko, yang juga ketua RW 04, menjelaskan bahwa karang taruna di kampungnya aktif membuat terobosan. Terbaru, pihaknya juga membuat Eco Wisata Nologaten, yang membudidayakan ikan di selokan warga.
"Nah Rinaldi ini juga ikut membantu membangun tempat budi daya ikan itu. Adik-adiknya juga ikut membantu, semuanya aktif di kegiatan warga," terang Purwoko.
Hal lainnya disampaikan teman ibu Rinaldi, Erni (38), saat melayat ke rumah duka. Dirinya mengenal Rinaldi sejak rinaldi duduk di bangku sekolah. Menurutnya, Rinaldi memang pribadi yang mandiri dan berbakti pada orang tua.
"Waktu kecil hingga dia [Rinaldi] lulus SMA itu sudah mandiri. Jadi biaya kuliah dari S1 sampai ke Jepang itu beasiswa. Jadi pahamlah dia bagaimana dirinya untuk keluarga," terang Erni, yang tergabung dengan komunitas pengajian tersebut.
Di sisi lain, paman Rinaldi, Hutabarat, menerangkan, keponakannya memang pintar dan mandiri serta menyukai hal-hal yang berhubungan dengan budaya Jepang.
"Ya saat kuliah suka sekali dengan budaya Jepang, makanya melanjutkan pendidikannya sampai ke sana. Dia juga memiliki samurai yang di simpan di kamarnya," ujar Hutabarat.
Baca Juga: Terungkap, Pelaku Mutilasi Sempat Lakukan Ini Usai Potong Jasad Rinaldi
Kepergian Rinaldi menyisakan duka yang dalam bagi Hutabarat. Ia mengingat, jika datang ke Sleman, keponakannya selalu mengajak keluarga jalan-jalan.
"Biasalah kami berjalan-jalan dengannya saat pulang ke sini. Berlibur dengan keluarga menjadi momen yang tidak terlupakan, tapi sekarang sudah tidak ada, kami serahkan hal itu ke kepolisian untuk kasusnya," terang Hutabarat.
Hingga saat ini dirinya belum mendapat kepastian kapan jenazah keponakannya tiba di Sleman. Saat ini masih dilakukan tes DNA.
"Masih menunggu sampai sekarang, jadi pastinya dia datang ke sini belum tahu," ungkap Hutabarat.
Sebelumnya diberitakan, Rinaldi Harley Wismanu ditemukan tewas di lantai 16 Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan pada Rabu (16/9/2020) malam. Tubuh jenazah pria berusia 32 tahun itu dimutilasi oleh pelaku dan disimpan di dalam sebuah koper.
Keberadaan korban sudah tak terdeteksi sejak sejak 9 September 2020 hingga kemudian keluarga melapor pada 12 September.
Berita Terkait
-
Terungkap, Pelaku Mutilasi Sempat Lakukan Ini Usai Potong Jasad Rinaldi
-
Beredar Curhatan Diduga Milik Pelaku Mutilasi Kalibata City, Publik Ngeri
-
5 Fakta Rinaldi Harley Wismanu, Lulusan UGM hingga Video Terakhir YouTube
-
Habis Dipotong-potong, Jenazah Rinaldi Ditaburkan Kopi, Buat Apa?
-
Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh
-
Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Muhammadiyah Minta Pencarian Gunakan Teknologi Terbaru
-
Heboh LHKP Muhammadiyah Cap Program MBG Haram, Haedar Nashir Buka Suara
-
Jelang Tanwir ke-114, Muhammadiyah Sentil Masalah Bangsa Menumpuk, Elite Tak Gerak Cepat
-
Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Banyak Lurah Takut Masuk Penjara, DIY Andalkan Danais