SuaraJogja.id - Derai air mata ibu 55 tahun ini tak terbendung saat menyaksikan jenazah anak pertamanya, Rinaldi Harley Wismanu (32), diletakkan ke dalam liang lahat di Sasono Loyo Nologaten, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Senin (21/9/2020).
Sambil menyeka air mata dengan tisu, wanita bernama Sulistiyani ini melihat peti Rinaldi dengan tatapan kosong.
Tak diduga memang, anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga itu tewas mengenaskan ketika berada di Jakarta. Rinaldi, yang menjabat sebagai manajer HRD and QA PT Obayashi Jakarta, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan dimutilasi pelaku LAS (27) dan DAF (26).
Kenangan manis dan pesan-pesan yang Rinaldi tinggalkan masih membekas di benak sanak keluarganya, tidak terkecuali pesan Rinaldi kepada sang ibunda yang berniat memberangkatkan umrah dengan hasil keringat yang dia kumpulkan.
Hal itu diungkapkan keponakan almarhum, Aden Putera Ichlasul Amal. Sebelum Rinaldi dikabarkan hilang pada Rabu (9/9/2020), alumnus SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta ini menelepon ibundanya. Namun, obrolan tersebut justru menjadi perbincangan terakhir Rinaldi dengan keluarga.
"Siang itu Om Rinaldi menelepon ibunya. Dia bilang pokoknya "ibu harus segera umrah biar saya yang biayai. Sudah ya bu, Har pergi meeting dulu,"" kata Aden kala menirukan perbincangan di telepon, Senin.
Seusai percakapan tersebut, pihak keluarga mulai putus komunikasi, tepatnya pada Rabu malam. Pihak keluarga sudah tidak dapat menghubungi Rinaldi. Berhari-hari keluarga menunggu kabar putra pertama dari empat bersaudara yang tiba-tiba menghilang itu.
"Pada Sabtu [12/9/2020] pihak keluarga mendapat kabar bahwa Om Rinaldi dinyatakan hilang," ucapnya.
Aden mengaku kaget ketika adik Rinaldi bernama Muhammad Arief Alfian Firdaus, yang juga di Jakarta, memberikan kabar buruk kepada dirinya melalui pesan WhatsApp. Semenjak itu, semua keluarga besar pun merasa khawatir dengan keberadaan pria pencinta budaya Jepang itu.
Baca Juga: Fakta Lagi! Ada Cinta Segitiga di Balik Mutilasi Rinaldi di Kalibata City
"Adik Om Rinaldi yang di Jakarta bilang beberapa hari Om tidak kembali ke kamarnya, itu sejak kami sekeluarga putus komunikasi," ucap Aden.
Aden juga turut mengenang sosok Rinaldi kepada wartawan. Aden sudah menganggapnya sebagai kakak kandungnya, begitupun Rinaldi sebaliknya. Saat bercerita, Aden terlihat tak kuasa menahan tangis. Dia mengaku sangat kehilangan.
"Baik sekali kepada adik-adiknya dan keponakan. Jika keponakan paling dekat dengan saya. Saya masih enggak menyangka Om sudah dipanggil yang kuasa," ungkap Aden.
Ia menuturkan bahwa pamannya itu sudah tinggal di Jakarta kurang lebih dua tahun. Selama di kota metropolitan tersebut, Rinaldi memang tinggal di apartemen. Pertama dia tinggal di apartemen Tamansari Sudirman, kemudian pindah karena kontraknya habis.
"Sebelumnya di Tamansari Sudirman, lalu habis kontrak, pindah ke Semanggi," kata dia.
Prosesi pemakaman jenazah Rinaldi yang dimulai pada pukul 09.00 WIB telah usai. Pihak keluarga juga telah melepaskan kepergian Rinaldi.
Berita Terkait
-
Fakta Lagi! Ada Cinta Segitiga di Balik Mutilasi Rinaldi di Kalibata City
-
Usai Mutilasi Rinaldi, Atik Tidur karena Capek, Pacarnya Main Game Online
-
Foto-foto Pemakaman 11 Potongan Jenazah Mutilasi Rinaldi
-
Terungkap! Pemutilasi Mayat Rinaldi Adalah Tukang Ojek
-
Jenazah Korban Mutilasi Dimakamkan, Keluarga: Kami Hanya Bisa Menerima
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Cuaca Jogja Kamis Ini: Siap-siap Basah, BMKG Prediksi Hujan Intensitas Sedang Guyur Kota Gudeg
-
PTN Rakus Mencari Mahasiswa, PTS di Jogja Desak Pemerintah Revisi Sistem Penerimaan
-
Teror Pinjol di Yogyakarta, Ambulans Jadi Sasaran Order Fiktif
-
Duh! Calon Jemaah Haji Sleman Batal Berangkat, Faktor Kesehatan hingga Kehamilan Jadi Penyebab
-
Minyakita Meroket, Jeritan Hati Penjual Angkringan Jogja: Naikkan Harga Gorengan Takut Tak Laku