SuaraJogja.id - Calon bupati petahana Bantul Suharsono, mengaku memang sudah mengharapkan mendapat undian nomor urut dua dalam Pilkada Bantul tahun ini. Pasalnya ia meyakini bahwa nomor urut dua akan merepresentasikan sekaligus sebagai harapan untuk melanjutkan periode kedua kepemimpinan dirinya di Bantul.
"Memang sudah setiap hari saya salat tahajud untuk meminta nomor dua atau bisa melanjutkan lagi ke periode kedua. Jadi memang mulai terkabul hari ini," ujar Suharsono kepada awak media, seusai menghadiri pengundian nomor urut paslon di KPU Bantul, Kamis (24/9/2020).
Suharsono mengatakan tekadnya untuk kembali melanjutkan kepemimpinannya dalam dua periode bukan tanpa alasan. Menurutnya ia masih mempunyai banyak pekerja rumah yang harus diselesaikan di periode berikutnya jika memang dipercaya kembali oleh masyarakat Bantul.
Salah satu yang menjadi fokus Suharsono jika memang dipercaya untuk memimpin Bumi Projotamansari lagi adalah pemberantasan korupsi. Disebutkan Suharsono, selama lima tahun kepemimpinannya Bantul menjadi kabupaten yang bebas korupsi tidak seperti tahun-tahun sebelum pihaknya menjabat.
"Saya harus bisa memberikan contoh yang baik kepada calon-calon penerus kepala daerah di Bantul untuk terus memberantas korupsi," ungkapnya.
Dijelaskan Suharsono, pihaknya bakal terus untuk menaati peraturan yang ada dalam tahapan selanjutnya yang bakal dilaksanakan. Salah satu yang paling disoroti adalah dengan melakukan kampanye damai.
"Kita tadi juga sudah menyepakati bahwa akan melakukan kampanye damai dan aman. Saya juga hari ini mengimbau relawan atau laskar saya satupun tidak boleh ada yang datang karena memang sudah seperti itu aturannya," ucapnya.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul melaksanakan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul di kompleks KPU Bantul dengan dihadiri peserta yang terbatas.
Dalam pengundian tersebut paslon Noto mendapat nomor urut satu, sedangkan paslon Halim-Joko mendapat nomor urut dua.
"Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka dan pengundian nomor urut paslon, KPU Bantul menetapkan bahwa nomor dalam Pilkada Bantul 2020 maka Abdul Halim Muslih dan Joko B Purnomo nomor 1, sedangkan Suharsono dan Totok Sudarto mendapat nomor urut 2," ujar Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho kepada awak media seusai pengundian nomor urut di KPU Bantul.
Selain pengundian nomor urut, KPU Bantul juga mengajak seluruh pasangan calon dan semua pihak yang terkait untuk mendeklarasikan pemilihan damai dan sehat.
Deklarasi damai tersebut menekankan pada kampanye yang damai, santun, dan berbudaya.
Selain itu dalam deklarasi damai tersebut, kedua pasangan calon bersedia untuk menghindari segala bentuk kekerasan, provokasi, tidak akan melakukan kampanye hitam, politik uang, serta politisasi SARA selama masa kampanye nanti berlangsung.
Hal yang tidak kalah penting yakni untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam rangka pencegahan wabah Covid-19 dalam kampanye yang akan diselenggarakan.
"Perlu diingat kepada kedua paslon bahwa dalam kampanye kali ini, tidak ada rapat umum atau kampanye terbuka, kita juga akan bagi zonasi kampanye masing-masing paslon," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
- Driver Ojol yang Dilindas Rantis Polisi di Pejompongan Tewas!
- FC Twente Suntik Mati Karier Mees Hilgers: Dikasih 2 Pilihan Sulit
- Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Bernama Affan Kurniawan
- Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
Pilihan
-
Selamat Tinggal Calvin Verdonk, Perpisahan Lawan Klub Justin Hubner Besok
-
Calvin Verdonk Resmi ke Ligue 1, Gabung LOSC Lille dari NEC Nijmegen
-
Aksi di Polda Bali Ricuh, Massa Lempar Batu Hingga Gerbang Rusak dan Kaca Pecah
-
Gedung DPRD NTB Dibakar, Komputer Hingga Kursinya Dijarah
-
Aksi Demo Polisi Tumpah di Bali, Ratusan Ojol dan Mahasiswa Geruduk Polda Bali
Terkini
-
Pakuwon Mall Jogja Tutup Operasional Imbas Demo, Kapan Buka Kembali?
-
Pasca Ricuh Jogja Memanggil: Kondisi Terkini di Sekitar Polda DIY, Jalanan Dibuka, Aparat Istirahat
-
Detik-Detik Demo Jogja jelang Pagi: Sejumlah Korban Tumbang, Alami Sesak Napas Akibat Gas Air Mata
-
Sultan Turun Tangan! Minta Pendemo Dibebaskan & Demo Jogja Harus Santun
-
Beda Gaya Demonstran Jogja, Kawal Mobil Sultan Saat Aksi Membara di Polda DIY