SuaraJogja.id - Seniman asal Jogjakarta, Soimah pancawati merayakan ulang tahunnya yang ke 40. Memperingati usia tersebut, Soimah mengeluarkan album barunya bekerjasama dengan Kill The Dj. Berkat corona, album yang sudah mangkrak selama tiga tahun tersebut akhirnya terselesaikan.
Tepat pukul 00:00, Soimah mengunggah video musik terbarunya berjudul Sing Penting Joget. Sengaja, Soimah merilis albumnya tersebut bersamaan dengan datangnya hari lahirnya. Meski berada dalam kondisi pandemi, ibu dua anak itu bersyukur masih bisa merilis album barunya.
"Terimakasih sebesar-besarnya untuk semua yang terlibat, yang tidak bisa aku sebutkan satu per satu, tanpa kalian semua album ini tidak akan bisa terwujud. Semoga album ini bisa menjadi berkah buat kita semua. Amin," tulis Soimah dalam unggahannya di Instagram.
Melalui akun Instagram pribadinya @showimah, juri salah satu kontes dangdut di tv ini mengunggah lukisan dirinya. Terlihat Soimah mengenakan kebaya berwarna biru dengan motif daun-daun yang berwarna hijau. Sebuah selendang tersampir di lengan kanan dan kirinya.
Dengan tatanan rias yang sederhana namun menggoda, bibir merah merona begitu sesuai dengan potret Soimah tersebut. Rambutnya disanggul rapi layaknya gadis Jawa tempo dulu. Di lehernya tersimpan sebuah kalung dengan mata warna hitam yang sederhana namun elegan.
Pada kolom keterangan, Soimah mengaku bersyukur sudah bisa menginjak usia 40 tahun. Baginya itu adalah usia yang panjang untuk dijalani. Soimah mengaku sudah banyak diberikan rejeki oleh sang pemilik hidup. Begitu juga cobaan dan ujian yang ia jalani.
"Ya Allah, di umurku yang sekarang ini, berikanlah kekuatan untuk menghadapi segala berkah, rejeki, kebahagiaan bahkan ujian dan cobaan, supaya saya tetap bisa menjaga amanah Mu," imbuh Soimah dalam keterangannya.
Dalam album terbarunya, Soimah mengeluarkan sepuluh lagu baru yang sudah bisa diakses melalui berbagai toko-toko digital. Dari sepuluh lagu tersebut, dua diantaranya dibagikan Soimah di YouTube, yakni lagu Kurang Sexy dan Sing Penting Joget.
Sama seperti lagu pertamanya, lagu kedua ini juga diaransemen oleh Libertia Music. Selain itu, lagu kedua ini ditulis dan disutradarai music videonya oleh Marzuki Muhammad atau Kill The Dj. Dikerjakan pada awal pandemi, music video lagu ini digarap dari rumah.
Baca Juga: Tak Ada Rest Area, Sleman Punya TMF Untuk Siasati Exit Tol di Sleman Timur
Dengan memanfaatkan tembok putih di rumahnnya, Soimah mengajak seluruh anggota keluarganya untuk menjadi model dalam video tersebut. Diantaranya adalah sang suami dan dua orang anak laki-lakinya. Mereka terlihat kompak mengenakan kaos putih, celana jeans dan celemek warna-warni.
"Sebagai pesan bagi semuanya agar kita tetap berkarya walau di rumah saja, persis seperti lirik lagunya," ujar Soimah dalam keterangan di YouTubenya.
Melalui lagu itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menyerah dengan kondisi yang ada. Meskipun pandemi belum berakhir juga, namun masyarakat masih bisa berkarya meskipun dari rumah saja. Sama seperti album dan video music lagunya yang dikerjakan selama pandemi.
Sejak diunggah, video music itu sudah disaksikan lebih dari 17 ribu pengguna YouTube. Sementara unggahan Instagramnya yang diunggah Selasa (29/9/2020), sudah disukai lebih dari 127 ribu pengguna Instagram. Ada ribuan komentar yang diberikan, banyak berasal dari artis papan atas yang mengucapkan selamat ualng tahun kepada pesinden tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalan Damai 57 Biksu Tembus Panas dan Luka, Yogyakarta Jadi Titik Istimewa Menuju Borobudur
-
Tanggapi Pembubaran Ibadah di Bantul, Sultan HB X: Tidak Ada yang Boleh Merasa Paling Benar Sendiri!
-
Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran
-
Tanah Adat Dirampas, Konflik dengan Negara Kian Memanas, RUU Masyarakat Adat Mendesak Disahkan
-
Dua Dekade Gempa Jogja, Ancaman Megathrust dan Pentingnya Klaster Bencana