"Kondisinya kan sangat berbeda. Kalau tidak kan saya akan ditertawakan banyak orang," imbuh Sultan sembari tertawa.
Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Sultan beranggapan, lebih baik masyarakat menjaga kondisi dirinya dan orang lain, sehingga perlunya tumbuh kesadaran di masyarakat mengenai hal tersebut.
Butet menyebutkan bahwa sebenarnya dia memiliki tiga pertanyaan yang ingin disampaikan kepada Sultan. Namun, saat pertanyaan terakhir disampaikan, Sultan tidak berkenan menjawab. Sebab, ia dikhawatirkan jawabannya berpotensi menimbulkan kontroversi.
"Ya sudah pertanyaannya saya simpan saja di dalam hati," tutur Butet, mencoba berlapang dada.
Sejak diunggah pada Senin (5/10/2020), video tersebut sudah ditayangkan lebih dari 3.000 kali. Ada 100 lebih pengguna YouTube yang menekan tanda suka. Ada juga beberapa komentar yang ditinggalkan warganet. Mereka mengaku salut dengan Sultan maupun Butet, yang bisa menyesuaikan pergaulan dengan banyak kalangan.
Berita Terkait
-
Kenapa Rasa Makanan Sisa yang Dipanaskan Lebih Enak? Ternyata Ini Sebabnya
-
Hobi Minum Kopi sebelum Sarapan? Awas Diabetes Mengancam!
-
Peringati 42 Tahun Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Butet Kenang Ayahnya
-
Ahli Sarankan Minum Kopi setelah Sarapan Pagi, Mengapa?
-
Super Sibuk? Ini 5 Rekomendasi Menu Sarapan Sehat, Praktis untuk Diet
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan