"Dengan alat terbaru ini perhitungan potensi tsunami bisa lebih cepat untuk diketahui. Setidaknya hanya butuh 3-4 menit saja sebelum sirine berbunyi," paparnya.
Lebih lanjut alat itu terhubung langsung dengan BMKG Pusat sehingga akan lebih memudahkan pemantauan potensi bencana yang akan terjadi. Secara teknis, sistem hanya perlu dua menit saja untuk mengolah data untuk selanjutnya memberi informasi, setelah diketahui titik, kekuatan dan kedalaman.
Dwikorita menjelaskan simulasi dengan alat baru ini juga sudah dirancang pemasangannya berdasar musibah gempa bumi dan tsunami Aceh tahun 2004 silam. Alat itu dibangun dengan mengambil perhitungan gempa bumi yang mencapai kekuatan 9 SR dan gelombang tsunami menghantam pantai sekitar 20 menit pasca gempa.
"Alat itu dibangun menyesuaikan dengan peristiwa yang sudah terjadi seperti musibah Aceh beberapa tahun silam. Dengan pertimbangan itu diharapkan alat ini dapat bekerja secara maksimal," ucapnya.
Baca Juga: Lesu Selama 6 Bulan, Perajin Batik Kulon Progo Maksimalkan Pasar Online
Siap hadapi potensi tsunami besar
Terkait dengan potensi tsunami dengan gelombang tsunami setinggi 20 meter di pantai selatan jawa yang belakangan santer dikabarkan, Dwikorita menyebut bahwa memang ada banyak penelitian yang memperkirakan suatu bencana. Banyak metode dan teknis penelitian yang membuat hasilnya pun berbeda-beda.
Namun memang salah satu dari penelitian itu kata Dwikorita, menyinggung soal potensi megatrush pantai selatan Jawa yang mencapai kekuatan 9,1 SR. Hal itu nanti yang memicu gelombang tinggi mencapai 20 meter tersebut.
Terkait penelitian tersebut dengan posisi YIA yang berada di wilayah pesisir, pihaknya mengakui bahwa telah melakukan persiapan dengan perkiraan terburuk. Menurutnya, jika mengacu pada penelitian dari ITB dan BMKG, kekuatan gempa di pantai selatan YIA paling buruk akan mencapai 8,8 SR dengan ketinggian gelombang 14 meter. Posisi tersebut tidak separah dibandingkan dengan pantai selatan di Jawa Barat dan Jawa Timur.
"Persiapan YIA sejak awal terbilang sudah cukup baik, mulai dari struktur bangunan, teknologi hingga langkah penyelamatan. Langkah antisipasi untuk kejadian paling buruk juga tetap kita persiapkan terus," tegasnya.
Baca Juga: LIPI Ingatkan Tsunami Besar Bisa Berulang, Buktinya Ada di Kulon Progo
Sementara itu PTS General Manager (GM) YIA, PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama menuturkan bahwa simulasi ini menjadi pematangan teknis evakuasi jika gempa dan tsunami yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini benar terjadi. Selain itu juga untuk mencoba alat pendeteksi terbaru dari BKMG yakni Warning Receiver System (WRS) New Generation.
Berita Terkait
-
H+3 Lebaran: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan Hingga Petir
-
Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Mudik Lebaran 2025, Ini Daftar Daerah Rawan
-
Terjadi Musim Pancaroba Selama Periode Lebaran, Pengelola Wisata Diminta Siapkan Mitigasi Bencana
-
Mudik Lebaran 2025, Siap-siap Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Ancam Penyeberangan!
-
Jakarta dan Jawa Barat Masih Berpotensi Hujan Sampai 1 April, BNPB Lakukan Rekayasa Cuaca
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan