Pergeseran alam hingga ulah manusia mengakibatkan banyak sumber mata air yang telah menghilang. Telaga-telaga telah mengering, tak hanya di musim kemarau, tetapi terkadang di musim penghujan juga tak ada airnya sama sekali. Pohon-pohon besar yang berfungsi sebagai peresapan air hujan telah dipotong. Akibatnya, daya resap air hujan ke tanah makin berkurang, sehingga cadangan air bawah tanah mulai menipis.
Oleh karena itu, Komunitas Garangan mencoba kembali menghidupkan sumber mata air dengan menanam pohon-pohon yang memiliki fungsi baik untuk meresapkan air (resan). Paling banyak yang mereka tanam untuk resan adalah tanaman atau pohon beringin. Mereka mulai membuat bibit-bibit pohon beringin dengan cara melakukan stek atau okulasi pohon beringin yang masih ada.
"Pohon beringin memiliki kontur akar yang cukup baik gimana kebutuhan airnya untuk pohon ini cukup sedikit padahal daun-daunnya sangat banyak. Pohon beringin ini ini lebih banyak menyimpan airnya di sekeliling pohon ini tumbuh," paparnya.
Dengan dana seadanya, Komunitas Garangan mencoba memaksimalkan peran mereka mengembalikan mata air yang telah hilang. Puluhan pemuda telah bergabung dan sudah mulai merambah kapanewon-kapanewon yang lain untuk satu kata, mengembalikan mata air demi hajat hidup orang banyak.
Kontributor : Julianto
Berita Terkait
-
15 Daerah Tolak SK Kepengurusan NPCI Sulsel Periode 2020-2025
-
Masika ICMI Sulsel Rayakan Ulang Tahun ke-27 Dengan Berbagi Bantuan
-
Pulang dari Pondok Pesantren, Gadis 12 Tahun Dicabuli Ayah Kandung
-
Pemerintah Pastikan Komunitas Adat Terpencil Dapat Bantuan Sosial
-
APK Dirusak, Tim Immawan-Martanty Lapor Ke Bawaslu Gunungkidul
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Wishlist Steam Menumpuk? Ini 5 Cara Menyiasati Musim Diskon Besar
-
Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle
-
Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat
-
Pembukaan Sawit Dicap Pemicu Karhutla, Lahan Terlantar Diklaim Justru Jadi Ancaman
-
Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan