Buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca mahasiswa prodi HI.
Sama seperti buku Politics Among Nations, buku ini juga membahas tentang teori-teori. Bedanya, pembahasan buku ini adalah tentang teori dalam metodologi penelitian.
Untuk anak HI sendiri, buku ini cocok untuk mahasiswa yang sedang melakukan penelitian dan studi kasus. Misalnya, mahasiswa yang hendak menggarap skripsinya.
Ketika mahasiswa sudah membaca buku karya salah satu Guru Besar Ilmu Sosial dan Politik UGM ini, mahasiswa akan lebih mudah memahami studi kasus yang mereka buat.
"Buku itu juga teori, cuma dia beda dari sebelumnya yang Politics Among Nations. Kalau yang di buku metodologi ini lebih ke teori-teori untuk kita itu penelitian gitu. Jadi buat membantu kita meneliti suatu kasus di dalam fenomena hubungan internasional. Buku ini menurutku penting banget dibaca karena ini membantu banget buat anak-anak HI yang mau gampang skripsian. Jadi di situ bener-bener kayak ilmu-ilmu dasar buat kita cari, menyusun skripsi gitu lo. Jadi kalau misalkan kita udah baca gitu, otomatis kita lebih gampang buat memahami skripsi besok, studi kasus kita mau kita apain gitu," ucap Dian Prilly mahasiswa HI UMY.
Reporter: Dita Alvinasari
Berita Terkait
-
Cerita Hilangnya 2.000 Buku Nikah Secara Misterius di Pasaman Barat
-
Pakai Buku Nikah Curian, Oknum PNS Pasaman Dilaporkan Polisi
-
Unjuk Rasa di Thailand Memasuki Hari Keenam, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Puluhan Penulis Serentak Luncurkan Buku Sastra di Hari Jadi Sulsel
-
Nikah Massal Muslim Asli Papua
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Tak Kenal Pelapor, Muhammadiyah Minta Pandji Lebih Cermat dan Cek-Ricek Materi Stand Up
-
Trump Makin Dar-Der-Dor, Pakar Sebut Tatanan Dunia Terguncang, Picu Aksi Teroris
-
Kekecewaan Keluarga Diplomat Arya Daru usai Polisi Setop Penyelidikan, Ada Sederet Kejanggalan
-
Raih 333 Medali di SEA Games 2025, Atlet Indonesia Diperkuat Literasi Keuangan
-
Waspada Penipuan Menggunakan Suara Soimah, Korban Dijanjikan Hadiah Rp100 Juta