Bermula saat ia lulus dari bangku SMA, kata Anto, saat itu dirinya kebetulan mengunjungi lokasi bantaran kali yang terkena banjir. Dari situlah, hatinya mulai tergerak untuk merawat lingkungan khususnya bantaran kali.
"Kalau nanem biasanya di Setren Opak, Taman Bronjong Srimartani, Pasar Kebon Empring. Kadang sendiri kadang juga ngajak temen kalau ada yang selo tapi kebanyakan sendiri. Ibu-ibu yang minta bibit juga kadang saya kasih gratis, intinya biar nanem apa aja," ungkapnya.
Anto mengaku mendapat respons positif dari istri dan anaknya atas kegigihannya melakukan penghijauan tersebut. Biaya sendiri bukan menjadi pematah semangat Anto untuk terus menghijaukan Bumi Projotamansari.
Harapannya sederhana -- munculnya tangan-tangan lain yang mau tergerak menanam tumbuhan, apapun jenisnya di lingkungannya. Menutut Anto, bumi masih menjadi tempat yang layak untuk terus dirawat. Berawal dari langkah kecil akan memberikan dampak yang luar biasa bagi lingkungan.
"Tidak perlu mempertimbangkan kapan tanaman itu akan berbuah, tanam saja dulu. Hijaukan dulu bumi ini. Kita rawat lingkungan bersama-sama. Harapannya dari awal kecil-kecilan ngasih secara gratis dan cuma-cuma itu ya semua orang jadi bisa cinta dan suka tanaman terus melakukan penghijauan di bumi ini," tandasnya.
Berita Terkait
-
Bermula dari Lahan Kosong, Warga Sungapan Buat Kali Oya Jadi Objek Wisata
-
Berkah di Balik Musibah, Wisata Alam Pasar Kebon Empring Berdayakan Warga
-
Keren! Kafe Ini Menggunakan Barang Bekas untuk Dekorasi
-
Hari Pariwisata Sedunia, Bantul Gelar Sendratari di Alam Terbuka
-
Banyak Eceng Gondok, Tepi Sungai di Kalinampu Jadi Objek Wisata ala Jepang
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Upacara HUT RI ke-81 di Kulon Progo Berlangsung Tanpa Tenda Pejabat, Seluruh Peserta Berdiri Sejajar
-
Ketika Persoalan Bangsa Tak Kunjung Usai, Bendera 25 Meter Mengingatkan Arti Cinta Tanah Air
-
Civitas Akademika Jogja Pilih Sindir MBG, Kopdes hingga Korupsi Lewat Karnaval Kemerdekaan
-
Perubahan Iklim Mulai Menggerus Produktivitas Ternak, Pakar UGM Dorong Strategi Baru