Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Mutiara Rizka Maulina
Dua pengunjung terlihat baru saja keluar dari venue FKY 2020 di Museum Sonobudoyo. (Suarajogja/Arendya)

SuaraJogja.id - Warga Kampung Kauman,  Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta mengirimkan surat kepada Kepala Museum Sonobudoyo.

Dalam suratnya, mereka meminta Museum Sonobudoyo untuk menurunkan ucapan Selamat Natal yang dipasang oleh pihak museum di kawasan Kota Yogyakarta tersebut.

Warga mengaku menyampaikan protes keras terhadap pemasangan ucapan tersebut. Sebab, pemasangan ucapan Selamat Natal berada di wilayah Kampung Kauman, yang dinilai menjadi simbol dan ikon muslim di Yogyakarta, sehingga pemasangan ucapan itu dipandang sebagai bentuk sikap intoleran.

Dengan adanya surat sebagai bentuk protes tersebut, masyarakat setempat mengharapkan agar pihak Museum Sonobudoyo segera melepas pemasangan ucapan tersebut.

Hal itu ditujukan untuk menjaga Daerah Istimewa Yogyakarta yang tentram dan damai.

Ketua Kampung Kauman Azman Latif, saat dikonfirmasi, SuaraJogja.id, Kamis (29/10/2020), membenarkan hal tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya benar mengirimkan surat kepada Kepala Museum Sonobudoyo, lalu tidak ada tindak lanjut dari surat tersebut sebab pihak Museum berikap kooperatif.

"Tidak ada, karena pihak museum sudah sangat kooperatif," terang Azman melalui pesan singkat.

Potret surat protes warga Kampung Kauman. - (Twitter/@OmAdityaWisnu)

Dalam konfirmasinya tersebut juga, Azman mengatakan, dari surat tersebut perlu diberikan tambahan secara tersirat, yaitu saat ini bukanlah masa perayaan Hari Raya Natal, melainkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Keberadaan surat tersebut sendiri sempat beredar di media sosial. Ada beberapa akun Twitter yang turut membagikan potret dari surat yang dikeluarkan pada Kamis (29/10/2020) itu dan ditandatangani oleh Azman selaku ketua kampung serta Fathoni selaku sekretarisnya.