SuaraJogja.id - Pemkab Bantul sepakat untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di Kecamatan Banguntapan. Hal ini disebabkan masuknya Kecamatan Banguntapan sebagai zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan Covid-19.
Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso alias Oki mengatakan, pembatasan sosial kegiatan masyarakat ini akan diberlangsung selama 14 hari. Keputusan ini diambil setelah kesepakatan yang dicapai dalam rapat dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul.
Oki menegaskan, Pemkab Bantul belum akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Pihaknya saat ini masih hanya akan melakukan pembatasan di kecamatan yang memang masuk dalam zona merah.
"Sejauh ini hanya ada satu yang merah yaitu Kecamatan Banguntapan. Sedangkan sisa 16 kecamatan lain masuk zona oranye. Jadi pembatasan memang akan dilakukan pada Kecamatan Banguntapan saja," kata Oki kepada awak media, Selasa(3/11/2020).
Dipaparkan Oki, pembatasan sosial di satu kecamatan itu bertujuan untuk menekan dan meminimalisir mobilitas warga di luar rumah. Nantinya pembatasan salah satunya akan mencakup pengurangan jam operasional tempat-tempat umum yang selama ini sudah buka kembali secara normal.
Kendati begitu, Oki menyebut belum bisa menjelaskan lebih lanjut secara detail teknis yang akan diterapkan dalam pembatasan tersebut. Intinya, pembatasan ini akan kembali membuat masyarakat khususnya di Kecamatan Banguntapan lebih berfokus melakukan kegiatan di rumah saja.
"Tempat ibadah juga akan kembali diatur dan dibatasi pemakaiannya. Jadi dianjurkan untuk beribadah dirumah masing-masing," tuturnya.
Walaupun hanya ada satu wilayah kecamatan yang berstatus zona merah hingga dilakukan pembatasan sosial, namun pihaknya tidak ingin terlena dengan kondisi yang ada. Salah satu langkah yang diambil yakni lebih memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan di kecamatan lain dan terutama di tempat-tempat wisata.
"Nanti bakal ada pengawasan lebih ketat terkait penerapan protokol kesehatan di beberapa tujuan wisata yang berada di luar zona merah," tegasnya.
Baca Juga: Pontianak Zona Merah, 21 Orang Meninggal karena Covid-19
Oki meyakini semua pihak sangat berperan untuk dapat menekan dan mencegah penularan Covid-19 di masyarakat. Oleh sebab itu, patuh dan taat pada protokol kesehatan sangat diperlukan.
Sementara itu dihubungi terpisah, Camat Banguntapan, Fauzan Mu’arifin mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi terkait hal ini. Dari rapat bersama dengan forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam) itu disepakati bahwa pembatasan sosial atau kegiatan warga akan dilakukan.
"Pembatasan untuk warga akan dilakukan, termasuk pembatasan terhadap tempat umum seperti resto dan kafe yang ada di Banguntapan. Maksimal boleh buka hanya sampai pukul 22.00 WIB saja," ujar Fauzan.
Menurut Fauzan, masuknya Kecamatan Banguntapan ke dalam zona merah akibat dari lalainya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya menyebut bahwa keterbukaan dalam informasi kaitannya dengan indikasi terkena Covid-19 di masyarakat juga harus lebih ditingkatkan lagi.
"Kalau memang ada warga yang sedang menunggu hasil swab keluar, diharap untuk kesadarannya dalam membatasi interaksi dengan sekitar supaya juga tidak menularkan yang lain," terangnya.
Fauzan menyatakan melalui gugus tugas kecamatan nantinya akan menyiapkan dan terus memperketat pengawasan penerapan protokol kesehatan terhadap semua kegiatan sosial dan keagamaan di wilayahnya. Selain itu, pihaknya juga tidak akan lelah memberi edukasi untuk tetap disiplin melakukan isolasi mandiri selama 14 hari kepada para pendatang dari luar wilayah Kecamatan Banguntapan.
Berita Terkait
-
Pontianak Zona Merah, 21 Orang Meninggal karena Covid-19
-
Dorong Kemajuan UMKM, Pemkab Bantul Kerjasama dengan PT Angkasa Pura I
-
Pontianak Zona Merah Corona, Sutarmidji Minta Tempat Keramaian Ditutup
-
Kasus Covid-19 di Bantul Tembus 68 Orang Sehari, Kebanyakan dari Ponpes
-
DIY Tambah 82 Kasus Baru, 64 Siswa di Bantul Positif COVID-19
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku