SuaraJogja.id - Status Gunung Merapi mengalami perubahan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Perubahan status mulai berlaku sejak Kamis (5/11/2020) pulul 12.00 WIB. Keputusan itu ditetapkan berdasarkan peningkatan aktivitas Gunung Merapi sejak bulan Juni 2020.
Dalam perubahan status Gunung Merapi, terdapat beberapa rekomendasi yang dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Di antaranya yakni daftar prakiraan daerah yang berbahaya meliputi wilayah Provinsi DIY dan Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten. Berikut daftarnya:
1. Cangkringan, Sleman, DIY
- Glagaharjo - Kalitengah Lor
- Kepuharjo - Kaliadem
- Umbulharjo - Pelemsari
2. Dukun, Magelang, Jawa Tengah
Baca Juga: Solo Tak Memadai, Kemenag Minta DIY Bangun Embarkasi Haji di YIA
- Ngargomulyo - Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar
- Krinjing - Treayem, Pugeran, Trono
- Paten - Babadan 1 , Babadan 2
3. Selo, Boyolali, Jawa Tengah
- Tlogolele - Stabelan, Takeran, Belang
- Klakah - Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur
- Jrakah - Jarak, Sepi
4. Kemalang, Klaten, Jawa Tengah
- Tegal Mulyo - Pajekan, Canguk, Sumur
- Sidorejo - Petung Kembangan, Deles
- Balerante - Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang
Selain prakiraan daerah bahaya, BPPTKG juga merekomendasikan agar aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk dihentikan.
Pelaku wisata juga diminta untuk tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi. Termasuk dalam hal ini adalah aktivitas pendakian ke puncak Gunung Merapi. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten juga diminta bersiap untuk segala sesuatu yang terkait termasuk upaya mitigasi bencana.
Setelah letusan eksplosif pada 21 Juni 2020, kegempaan internal yaitu VA, VB dan MP mulai mengalami peningkatan. Pada bulan Juli terjadi gempa VA 6 kali, VB 33 kali, dan MP 339 kali. Sejak bulan Oktober terjadi juga pemendekan baseline EDM sektor Barat Laut Babadan-RB1 sepanjang 11 cm/hari.
Baca Juga: Bus TransJogja Kecelakaan di Sleman, Mobil Partai yang Jadi Lawan Disoroti
Rabu (4/11/2020) aktivitas kegempaan meningkat intensif, rata-rata jumlah gempa dalam satu hari adalah VB 29 kali/hari, MP 272 kali/hari dan guguran (RF) 57 kali/hari serta hembusan (DG) 64 kali/hari. Kondisi itu sudah melampaui munculnya kubah lava pada 26 April 2006 namun masih lebih rendah dibandingkan erupsi 2010.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Libur Singkat, Ini Momen Bek PSS Sleman Abduh Lestaluhu Rayakan Idulfitri Bersama Keluarga
-
Kerikil Kecil, Dampak Besar: Waspadai Ban Mobil Anda Agar Tak Celaka
-
Bikin Geger usai Ditemukan di Teh Celup, Ini Segudang Bahaya Mikroplastik bagi Tubuh
-
Gustavo Tocantins Beri Sinyal Positif, PSS Sleman Mampu Bertahan di Liga 1?
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan