SuaraJogja.id - Industri rempeyek di Kampung Pelemadu, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul masih terus bertahan meski dalam kondisi yang tidak menentu. Produksi rempeyek yang dijalankan masyarakat kecil itu kini harus berjuang ekstra di masa pandemi Covid-19.
Salah satu pembuat rempeyek yang tergabung dalam kelompok Sedyo Rukun, Tumirah (60), mengaku, sekarang penjualan rempeyek yang ia dan beberapa rekannya produksi tidak lagi sebanyak dulu. Penurunan makin drastis dengan adanya pandemi Covid-19, yang membuat mereka membatasi produksinya.
"Lha ya kalau sekarang, seminggu goreng, terus tiga minggu setelahnya libur tidak produksi lagi," kata Tumirah saat ditemui awak media di sela-sela menggorek rempeyek di Pelemadu, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Minggu (8/11/2020).
Tumirah menyebutkan, sebelum pandemi Covid-19 setidaknya 80 kardus bisa terjual setiap harinya. Setiap kardus itu akan berisi sekitar 120 bungkus rempeyek.
Kala itu, disampaikan Tumirah, pekerja yang membuat rempeyek bisa mencapai 10 orang. Nantinya tugas mereka akan dibagi ke dalam lima tungku yang berbeda dengan tungku yang menyala. Namun sekarang, jumlah itu menyusut jadi sekitar 5 orang saja belum pasti.
Saat ini, diungkapkan Tumirah, pihaknya hanya memproduksi rempeyek sekitar enam ember atau setara dengan enam kg tepung. Sedangkan untuk kacang, produksinya menyesuaikan dengan kebutuhan.
Tumirah dalam sehari mulai memproduksi rempeyek dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, bahkan bisa lebih cepat jika bahannya sudah habis. Diakui pihaknya, sebagai industri yang kecil, usaha rempeyek terus tertekan dengan pasang surutnya peminat karena ditambah persaingan yang ketat.
"Sampai sekarang belum stabil, ya bertahan gini saja," sebutnya.
Kendati produksi menurun, Tumirah mengungkapkan, pesanan rempeyeknya itu masih tetap diminati hingga berbagai daerah, mulai dari Purbalingga hingga Semarang. Dengan kondisi saat ini, pelanggan didominasi oleh pembeli lokal.
Baca Juga: Dimasak Jadi Peyek, Wujud Ikan Cupang Goreng Crispy Bikin Warganet Geger
Rumah produksi rempeyek yang kebetulan juga berada di dekat objek wisata baru Lembah Sorory ini dinilai oleh Tumirah sebagai berkah tersendiri. Sebab dari situ, kerja sama antar warga masyarakat dalam membangun perekonomian bisa terjalin.
Seperti yang dirasakan oleh Ponilah (50), warga Pelemadu RT 03 yang ikut membuka warung di objek wisata Lembah Sorory, selain menjual batagor dan pempek, dia mengatakan, rempeyek juga menjadi salah satu jajanan yang ada di warungnya.
Kendati tidak berjualan setiap hari, Ponilah tetap menganggap kehadiran objek wisata baru yang dikolaborasikan dengan produksi rempeyek dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian warga.
"Saya selain jualan di warung ini juga jual beli rongsok. Kalau hari Sabtu-Minggu dan ada acara tertentu saja saya jualan, ya paling bisa dapat Rp.300-350 ribu suda bersyukur," kata perempuan dua anak tersebut.
Sementara itu, salah satu pengunjung yang datang membeli rempeyek di Pelemadu, Rahajeng, mengaku, awalnya hanya hendak berwisata bersama keluarga di Lembah Sorory. Namun saat tiba di sana dan mengetahui ada produksi rempeyek, ia mulai tertarik.
"Cuma mau rekreasi sejenak terus kok dikasih tahu ibu-ibu warung ternyata ada yang produksi rempeyek, jadi saya datangi sekalian saja," kata perempuan 42 tahun itu.
Berita Terkait
-
Bobby Kritik Sektor UMKM Belum Berbasis Digitalisasi, Begini Jawaban Akhyar
-
BLT UMKM Gelombang II Masih Dibuka, Begini Cara Daftarnya
-
Bantuan Modal Rp2,4 Juta, Ini Syarat dan Cara Daftar BLT UMKM Gelombang II
-
Jangan Lupa! Daftar BLT UMKM Gelombang II
-
Prediksi 2021, Penjualan UMKM Naik Pesat dan Bagaimana dengan Mal?
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Eks Bupati Sleman Sri Purnomo: Jangan Sampai Menghukum Orang yang Tak Berdosa
-
Wacana WFA ASN untuk Efisiensi BBM Mengemuka, Pemda DIY Pertanyakan Efektivitas Kerja
-
Pledoi Sri Purnomo: Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Persekongkolan dan Keuntungan Pribadi
-
Pameran Kuliner dan Kemasan Skala Internasional Siap Digelar di Jogja, Dorong Standardisasi Mutu
-
Mulai 1992 Hingga Kini, UMKM Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Terus Berjaya Bersama BRI