Ada 175 pengungsi yang menghuni barak pengungsian di dua balai desa yang terletak di Kecamatan Kemalang, Klaten. Mereka merupakan warga dari Desa Tegalmulyo sebanyak 108 jiwa dan Desa Balerante sebanyak 67 jiwa. Ratusan orang itu dievakuasi ke barak pengungsian sementara dekat Balai Desa Tegalmulyo yang berjarak 6-7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
4. Sleman
Warga yag termasuk dalam kelompok rentan di wilayah Sleman mulai mengungsi sejak Sabtu (7/11/2020). Selain ibu hamil, lansia, anak balita, dan penyandang difabel, ada juga beberapa warga produktif yang khawatir ikut mengungsi. Mereka mendiami barak pengungsian di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
Sejauh ini baru ada satu tempat pengungsian di Sleman yang digunakan. Sementara beberapa tempat lain masih dalam tahap persiapan. Ada tujuh barak di Cangkringan, enam barak lainnya berada di Argomulyo dua barak, Wukir Sari juga dengan dua barak, Umbulharjo satu barak, dan satu barak lagi di Kepuh. Dari tujuh barak itu, lima barak dikelola oleh BPBD dan dua barak yakni Glagaharjo dan Kepuharjo dikelola oleh desa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gelombang Pengunduran Diri di Partai Buruh Berlanjut, Seluruh Pengurus DIY Kompak Pamit
-
Viral Debat Mahasiswa dan Rektorat UNY saat Hendak Gelar Aksi, Begini Kronologi Lengkapnya
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda