SuaraJogja.id - Sejumlah orang yang melapor ke Mapolres Sleman perihal dugaan penipuan investasi berkedok arisan, mengatakan bahwa jumlah korban bukan hanya empat orang.
Salah satu korban Angelia Lestari menuturkan, korban penipuan yang ia ketahui mencapai sekitar 18 orang. Sejumlah korban, sudah dihubungi oleh kakak terduga pelaku dan mengomentari upaya hukum yang diambil oleh korban.
"Kakaknya Ezra yang penipu itu chat WhatsApp. 'Kamu sudah lapor polisi, saya angkat tangan dengan kasus adek saya Ezra'," kutip Angel, kala dihubungi pada Selasa (11/11/2020).
Selain itu, kakak terduga pelaku juga pernah menyatakan akan membantu Angel dalam menyelesaikan persoalan yang menimpa dirinya. Namun, hingga kini hal itu masih sebatas dalam kata-kata.
"Ga ada [bantu], ngomong doang," tegas perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta tersebut.
Angel selanjutnya menjumpai semakin banyak korban yang mengaku mengalami penipuan serupa. Bahkan tindakan itu dilakukan oleh orang yang sama.
"Kami masih menunggu kelanjutan proses dari laporan kami," ungkapnya lagi.
Angel juga menyebut, kala mencoba mencari pelaku ke tempat tinggalnya di Sinduadi, Mlati, Sleman, Angel dan sesama korban mendapatkan kenyataan bahwa pelaku sudah diusir oleh pemilik kos. Pasalnya, ada banyak orang yang mencari Ezra ke kos dalam kondisi marah-marah.
"Sebetulnya, pernah terhubung dengan orang tua si penipu ini, orang tuanya katanya mau ganti. Tapi selanjutnya suatu saat, sama saudaranya malah dihubungkan ke kerabat si penipu ini, yang merupakan aparat negara. Dikira kami takut? Tidak," ungkap Angel.
Baca Juga: Kecanduan, Pasutri Pemakai dan Pengedar Obat Terlarang Diamankan di Sleman
Korban lainnya yang merupakan teman sekampus pelaku, Juli Indah menyatakan, sebagai pelapor ia dan taman-temannya masih menunggu progres laporan mereka ke Mapolres Sleman.
"Kami diminta menunggu," kata dia.
Paralel dengan itu, ia menemukan satu nama lagi rekan sekampusnya yang turut menjadi korban Ezra. Juli mendorong pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh tindakan pelaku, untuk berani bicara.
"Karena dia [pelaku] lari dari tanggungjawabnya. Dia enggak ada kasih penjelasan. Pihak keluarga semena-mena, karena ada saudara aparat negara," terangnya, senada dengan yang diungkapkan Angel sebelumnya.
Juli membenarkan, ia juga sempat dikontak oleh kakak terduga pelaku yang menyatakan akan membantu Juli. Dan tak ada ancaman tertentu, yang muncul dari komunikasi tersebut.
"Saya berharap ada korban baru yang muncul dan berani up," tutur Juli.
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Kades Curhat Harus Urus Kopdes hingga Program Lain Terabaikan, Ratusan Mahasiswa Geruduk DPRD DIY
-
Ars Longa: Generatio, Awal Trilogi ARTJOG Bicara soal Warisan Luka
-
Geger di Lintasan Mandiri Jogja Marathon, Insiden Marshal dan Ajudan Danrem Berakhir Damai
-
4.664 Kasus Perceraian di DIY, Trauma Anak Jadi Luka yang Jarang Dibahas
-
Tempat Hiburan di Jogja Ludes Terbakar, Owner Soroti Pemadaman Listrik Berulang