Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 18 November 2020 | 15:50 WIB
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Joko menambahkan, saat ini telah disiapkan sebanyak 12 barak pengungsian untuk menampung warga lereng Merapi yang sudah dinyatakan masuk kategori bahaya sesuai rekomendasi BPPTKG, di antaranya Dusun Kalitengah Lor, Dusun Kaliadem, dan Dusun Palemsari.

Sementara itu, Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan, di Cangkringan sendiri sudah ada 7 barak pengungsian yang sudah siap untuk digunakan. Ia juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait penyediaan logistik di barak-barak tersebut.

"Kita ada 7 barak di Cangkringan, yang baru dipakai barak ini [Glagaharjo] tapi yang lain dalam kondisi siap pakai. Kalau selimut, tempat tidur sudah ada, nah logistik yang belum ada. Akan lebih bagus kalau disiapkan juga," kata Suparmono.

Disebutkan Suparmono, selain di Glagaharjo, enam barak lainnya berada di Argomulyo dua barak, Wukir Sari juga dengan dua barak, Umbulharjo satu barak, dan satu barak lagi di Kepuh. Dari tujuh barak itu, lima barak dikelola oleh BPBD dan dua barak yakni Glagaharjo dan Kepuh dikelola oleh desa.

Baca Juga: Berkali-kali Gempa Guguran, Gunung Merapi Keluarkan Gemuruh Keras

Suparmono menegaskan barak akan selalu dibuat berdekatan dengan sekolah. Hal itu guna menyiapkan serta mengantisipasi banyaknya pengungsi yang sewaktu-waktu bisa berdatangan.

"Semoga tidak terlalu banyak yang dipakai," harapnya.

Load More