Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana
Rabu, 25 November 2020 | 20:49 WIB
Suasana Asrama Haji Yogyakarta yang digunakan untuk lokasi karantina mandiri yang disediakan Pemkab Sleman, Selasa (19/5/2020). [Suarajogja.id / Ilham Baktora]

Namun, pergerakan masyarakat yang cukup masif saat libur panjang kemarin secara tidak langsung turut andil dengan kondisi saat ini.

"Awal bulan, antara 1-14 November status Sleman saat itu sudah kuning. Memang belum ada penelitian yang menyebut hal itu, tapi kemungkinan besar memang dari banyaknya aktivitas di libur panjang bulan lalu," tuturnya.

Joko menyebut, dari 212 kamar tidur yang ada di kedua faskes tersebut sudah dinyatakan penuh, dengan catatan ada tiga kamar di Asrama Haji dan satu kamar di Rusunawa Gemawang yang mengalami beberapa kerusakan, mulai dari airnya yang tidak mengalir hingga kerusakan pada lampu penerangan.

Untuk itu, sebelumnya Dinkes Sleman memutuskan untuk menutup sementara kedua faskes itu dan merawat pasien gejala ringan dan tanpa gejala ke beberapa RS rujukan yang ada.

Baca Juga: Masuk Daftar Ruang Isolasi Penuh, RSPAU dr S Hardjolukito Klarifikasi

"Pasien gejala ringan memang bisa dirawat di rumah sakit rujukan, dengan catatan faskes yang dimiliki Kabupaten Sleman sudah penuh," tandasnya.

Load More