Scroll untuk membaca artikel
Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Muhammad Ilham Baktora
Kamis, 26 November 2020 | 12:42 WIB
Ilustrasi surat suara Pilkada (ANTARA/Darwin Fatir)

SuaraJogja.id - Sebanyak 1.005 lembar surat suara untuk Pilkada Bantul 2020 ditemukan rusak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul akan mengganti kerusakan yang baru dalam dua hari ke depan.

Kepala Divisi (Kadiv) Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bantul Joko Santoso menuturkan bahwa sebanyak 362 boks surat suara selesai disortir-lipat pada Minggu (22/11/2020).

"Sortir dan pelipatan surat suara sudah selesai pada Minggu. Namun, beberapa kerusakan kami temukan dan akan diganti dengan yang baru," ujar Joko, dihubungi SuaraJogja.id, Kamis (26/11/2020).

Joko menyatakan, jumlah surat suara yang dibutuhkan pada penyelenggaraan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020 sebanyak 720.445.

Baca Juga: Klaim Tak Temukan Klaster Corona Pilkada, Satgas Covid: Alhamdulillah

"Surat suara yang baik [tidak ada cacat] dibutuhkan sebanyak itu. Karena ada yang rusak, kami minta penyedia untuk mengganti dengan yang baru," ujar dia.

Kerusakan surat suara di antaranya, ada bercak tinta yang menempel pada gambar paslon. Selain itu, terdapat gambar yang tidak tercetak secara menyeluruh.

"Jadi hanya separuh yang tercetak. Kami juga menemukan surat yang kusut sebanyak 20 lembar. Jadi terlipat tidak semestinya saat kami lakukan penyortiran. Hal itu dianggap rusak dan akan kami ganti," ujar Joko.

Kerusakan surat suara yang robek, kata Joko, tidak ditemukan. Pihaknya telah mengirimkan surat suara rusak untuk penggantiannya.

Ia mengungkapkan bahwa permintaan penggantian surat suara sudah dilakukan beberapa hari lalu. KPU memprediksi, surat suara akan diterima dua sampai tiga hari ke depan.

Baca Juga: 1.820 Kampanye di Pilkada Langgar Prokes, yang Dibubarkan Hanya 197

"Prediksi kami dua atau tiga hari sudah datang. Jadi memang tidak bisa langsung karena perusahaan percetakan juga menunggu kerusakan surat suara di kabupaten lain seperti Gunungkidul. Nanti pengirimannya sekalian satu jalur," jelas Joko.

Load More