Fahmi mengaku untuk lebih memilih untuk tetap waspada dengan tetap memberlakukan aturan yang ada secara ketat. Daripada harus tergesa-gesa melihat potensi yang ada dan berujung hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pandemi Covid-19 memang tidak bisa diprediksi jadi kita akan tetap waspada dengan pemberlakuan aturan yang ada semisal pembatasan pengunjung hingga penerapan protokol kesehatan," ujarnya.
Dijelaskan Fahmi, penambahan fasilitas dan pemeliharaan juga menjadi persiapan yang akan terus dilakukan oleh GL Zoo. Pembukaan kembali pintu timur sebagai alternatif setelah semua akses kunjungan hanya melalui pintu barat juga akan mulai diuji coba terlebih dahulu.
Dari pantauan SuaraJogja.id, memang belum banyak pengunjung yang datang kembali ke kebun binatang Gembira Loka. Hanya ada satu dua rombongan keluarga dan muda-mudi yang berseliweran menikmati longgarnya GL Zoo.
Salah satu pengunjung yang datang bersama temannya, Hary, mengaku iseng saja berkunjung ke kebun binatang Gembira Loka. Menurutnya waktu dan kondisi yang masih sepi ini menjadi salah satu keputusannya berkunjung.
"Kalau biasanya itu rame sekali, nah ini mumpung sepi iseng aja sama temen-temen main ke sini," kata pemuda 28 tahun tersebut.
Menurutnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 di GL Zoo juga sudah dirasakan cukup lengkap. Ketersediaan sarana dan prasarana juga diperhatikan dengan baik.
"Karena ini luas sekali jadi jaga jarak juga aman lha wong sepi kok," tandasnya.
Baca Juga: Tiket Kereta Api untuk Libur Natal dan Tahun Baru Sudah Bisa Dibeli
Berita Terkait
-
Tiket Kereta Api untuk Libur Natal dan Tahun Baru Sudah Bisa Dibeli
-
KAI Mulai Jual Tiket Kereta Api untuk Libur Akhir Tahun
-
Antisipasi Klaster Baru, Presiden Jokowi Minta Cuti Bersama Natal Dikurangi
-
Antisipasi Abu Merapi, Candi Prambanan Andalkan Tenaga Pembersih
-
Kunjungan Turun, Candi Prambanan Tetap Perketat Protokol Kesehatan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Pameran ARCHIVEPELAGO: 45 Tahun Garin Nugroho Menyemai Indonesia
-
Segera Diadili Pengadilan, 13 Tersangka Kasus Little Aresha Dipindah ke Lapas Perempuan Gunungkidul