SuaraJogja.id - Pengelola Candi Prambanan terus memperketat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di kawasannya. Hal itu terus dilakukan meski kunjungan wisatawan masih belum maksimal.
Pelaksana Tugas Pelayanan Pengunjung Obwis Candi Prambanan Sunardi mengatakan bahwa pengetatan protokol kesehatan ini dilakukan karena melihat masih banyaknya pengunjung dari luar daerah. Tidak ingin kecolongan, pengawasan dimaksimalkan di seluruh titik di kawasan obwis Candi Prambanan.
"Melihat posisi Candi Prambanan yang juga berada di perbatasan, Satgas Covid-19 Sleman dan Klaten juga ikut mengawasi," kata Sunardi kepada SuaraJogja.id di kantornya, Minggu (15/11/2020).
Sejauh ini protokol kesehatan terus dilakukan sejak pengunjung akan masuk ke kawasan candi. Mulai dari pintu masuk, pengunjung akan diminta untuk mencuci tangan setelah dinyatakan boleh masuk sesuai dengan kriteria suhu tubuh yang ditentukan.
Jika memang ditemukan pengunjung yang bersuhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celsius, maka yang bersangkutan akan diminta untuk beristirahat sejenak di ruang karantina. Istirahat akan berlangsung selama 10 menit sebelum akhirnya nanti akan dilakukan pengecekan ulang oleh petugas.
"Jadi akan kita cek sampai maksimal tiga kali kalau memang suhu tubuh ternyata tidak turun. Sampai saat ini semua pengunjung masih normal, artinya kalau ada yang tinggi pun suhunya akan turun lagi," ucapnya.
Sunardi menyebutkan bahwa akibat masih dibatasinya kuota pengunjung yang datang, pihak pengelola pun akan melakukan tindakan tegas jika memang ada potensi penambahan pengunjung hingga melebihi kuota. Pengelola akan dengan tegas menolak pengunjung yang datang jika memang kuota sudah tercukupi.
"Nanti akan ditolak kalau sudah penuh kuotanya. Kita tidak berani melanggar aturan yang ada," tegasnya.
Lebih lanjut, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga dilakukan dengan melaksanakan penyemprotan disinfektan secara rutin setiap hari. Penyemprotan dilakukan dua kali dalam sehari, saat pagi sebelum operasional dibuka dan siang setelah istirahat makan siang.
Baca Juga: Sempat Bangkit, Kunjungan Candi Prambanan Lesu Lagi Tak Mampu Capai Kuota
Penyemprotan itu dilakukan kepada seluruh fasilitas yang sekiranya tersentuh baik sengaja atau tidak oleh pengunjung. Bahkan ada petugas yang selalu berjaga dengan berbekal megaphone untuk mengingatkan pengunjung selalu mencuci tangan.
"Menjaga terus protokol kesehatan itu menjadi yang terpenting. Kalau tidak patuh ya kami tidak bisa beroperasi," sebutnya.
Guna memaksimalkan penangangan, Candi Prambanan juga sudah menyiapkan dua unit mobil ambulans yang selalu berjaga di sekitar lokasi. Satu berada di depan atau di luar area candi dan satu lagi berada di dalam kawasan candi.
Disebutkan Sunardi, ambulans yang berada di luar untuk memberikan respons cepat ketika memang dibutuhkan atau saat ada pengunjung yang melebihi suhu normal dan telah dicek selama 3 kali. Pengunjung akan diberi pilihan untuk pulang secara mandiri atau langsung dibawa ke rumah sakit terdekat
Sementara untuk ambulans yang berada di dalam berjaga ketika ada pengunjung yang tiba-tiba merasa tidak sehat. Meski sudah dilengkapi dengan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang ini diharapkan semua tetap sehat sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Petugas yang berhadapan langsung dengan pengunjung juga sudah kita wanti-wanti untuk selalu memperketat protokol kesehatan baik dari sendiri atau pengunjung. Memang kita sadari yang datang itu dari berbagai daerah," tandasnya.
Berita Terkait
-
Sempat Bangkit, Kunjungan Candi Prambanan Lesu Lagi Tak Mampu Capai Kuota
-
Akhir Tahun, Candi Prambanan dan Borobudur Siap Terima 7.000 Wisatawan
-
Catat! Berikut Daftar Stasiun KRL Jogja-Solo dan Tarifnya
-
Daftar Stasiun KRL Jogja-Solo dan Tarifnya
-
Musisi Internasional yang Siap Ramaikan Prambanan Jazz Festival 2021
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
PTN Masih Ngeyel Buka Jalur Mandiri, PTS di Jogja Terancam Tutup Prodi
-
BRI Umumkan Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar Sesuai Ketentuan OJK
-
Kemarau Panjang Mengintai, Penyakit dari Flu, Iritasi Mata hingga Dehidrasi Ancam Warga Bantul
-
8 Orang Diperiksa dalam Kasus Dugaan Malapraktik, Dua Dokter RSUD Prambanan Dimintai Keterangan
-
Shafiyah Journey & Expo 2026 Bakal Hadir di Jogja: Jadi Ruang Terpadu Gaya Hidup Islami