Maka dari itu, dirinya membangun sejumlah stand makanan di sekitar destinasi yang nantinya dapat dimanfaatkan warga untuk membuka usaha kuliner.
Selain usaha kuliner, lokasi parkir sepenuhnya diatur oleh warga Canden.
Wisata perahu yang disediakan di bantaran kali opak juga menjadi pemasukan untuk warga. Nantinya masyarakat sekitar yang berinvestasi akan mendapat hasil sesuai kesepakatan.
"Sebelumnya satu kali trip untuk wisata air pengunjung cukup membayar Rp5 ribu. Setelah pandemi ini karena harus jaga jarak, satu pengunjung mungkin kamu kenakan biaya Rp10 ribu. Biasanya bisa 10 orang, nanti kapasitas kami kurangi, maka harga kami naikkan. Nah hasil pendapatan ini nanti yang kami harapkan bisa memberdayakan warga," terang dia.
Saat ini baru lima pedagang yang bisa menempati stand di Bambing Opak Asri. Nantinya akan dibangun lebih banyak stand untuk masyarakat yang ingin membuka usaha di lokasi tersebut.
Sigit juga akan mempromosikan kuliner yang cukup dikenal di wilayah Canden. Makanan tempe dan gayam adalah masakan yang nantinya akan diperjual-belikan sebagai oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung ke Bambing Opak Asri.
"Di Canden ini terkenal dengan olahan tempenya. Selain itu ada makanan gayam yang jarang orang ketahui. Olahan makanan tersebut diproduksi oleh warga kami. Artinya dengan adanya destinasi ini menjadi wadah promosi dan berharap bisa mendatangkan pendapatan untuk masyarakat," ujar dia.
Hingga kini Sigit bersama warga masih melengkapi beberapa plang penunjuk arah menuju lokasi wisata. Pengunjung yang datang saat ini tidak ditarik karcis atau biaya masuk, termasuk parkir.
Selama pandemi lalu, diakuinya tak banyak orang berdatangan. Sigit juga sedang menyiapkan protokol kesehatan yang ketat sebelum Bambing Opak kembali dioperasikan secara penuh.
Baca Juga: Pakai 6 Armada, KPU Bantul Distribusikan Logistik Pemilu ke 17 Kecamatan
Memang di lokasi tersebut belum tersedia tempat cuci tangan. Handsanitazer atau imbauan mengenakan masker juga belum ada.
"Akan kami siapkan bertahap, mengingat destinasi wisata di DIY sudah mulai dibuka. Protokol kesehata akan kami perketat", ujar Sigit.
Canden, lanjut Sigit merupakan wilayah Desa yang memiliki potensi untuk berkembang yang sangat baik. Hanya saja dorongan dan keinginan masyarakat untuk berubah harus disulut oleh beberapa orang.
Ia tak menampik bahwa tak banyak warga yang memiliki pikiran yang sejalan seperti dirinya. Kendati demikian niat untuk bergotong royong membangun wilayah Canden sudah menjadi kesepakatan warga.
Harapannya, pengembangan Bambing Opak Asri sendiri mampu membranding wilayah Canden sebagai wisata desa termasuk makanan dan kuliner khas yang bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan. Tujuannya yaitu, masyarakat sekitar bisa berdaya dengan wisata yang ada di pinggiran Kali Opak ini.
Tag
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas
-
Geger Temuan Mayat dalam Mobil BRV di Sleman, Korban Sempat Hilang Kontak Selama Satu Bulan
-
Estimasi Kuliah Kedokteran UGM 2026 Tembus Ratusan Juta, Setara Harga Mobil SUV?
-
Standar Global untuk BRImo, BRI Raih Sertifikasi ISO/IEC 25000