SuaraJogja.id - Masyarakat Kabupaten Bantul tengah merayakan pesta demokrasi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Rabu (9/12/2020) sebagai waktu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih dan mendapatkan undangan berhak memberikan suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayahnya masing-masing.
Salah satu yang bersemangat memberikan suaranya adalah Wawan Adi Handoko, warga Demangan, Bangunharjo, Bantul. Sebagai penyandang disabilitas netra, Wawan merasa senang karena bisa ikut serta memberikan suaranya dan diberikan fasilitas oleh pihak penyelenggara.
Di tengah pandemi, Wawan tidak mengalami banyak kesulitan karena sudah ada template brailee yang membantunya membaca surat suara.
"Kalau sekarang sudah enggak [susah], karena memang sudah ada templatenya," ujar Wawan.
Namun, pelaksanaan protokol kesehatan cukup mengurangi kepekaan jari jemari Wawan dalam menyentuh template brailee.
Baik panitia penyelenggara maupun masyarakat yang hendak memberikan suara wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Salah satunya adalah sarung tangan plastik saat akan mencoblos surat suara. Penggunaan sarung tangan itu membuat kepekaan tangan Wawan berkurang untuk membaca template.
Meskipun mengalami sedikit hambatan dengan berkurangnya kepekaan untuk membaca brailee, tetapi hal itu tidak menjadi masalah baginya. Sebab, hal itu terjadi untuk menjaga kesehatan semua pihak yang terlibat.
"Tapi enggak apa-apa, wong demi kesehatan," ujar Wawan.
Wawan sudah mulai ikut mencoblos sejak tahun 2004. Sementara template brailee sendiri baru ada pada tahun 2009.
Baca Juga: Punya Nama seperti Paslon Pilkada Bantul? Warung Ini Beri Diskon Mi Ayam
Sebelum ada template, Wawan menggunakan pendamping untuk membantu menyampaikan suaranya. Penggunaan template brailee sendiri masih terbatas pada pilihan presiden dan wakil presiden dan DPD RI. Sementara untuk anggota dewan masih didampingi oleh pendamping yang dipercaya.
Template brailee berisi keterangan judul surat suara, pemilihan bupati dan wakil bupati, kemudian di bawah garis ada kolom untuk pasangan calon nomor satu dan nomor dua. Lalu di bagian bawah ada dua kolom untuk menyalurkan aspirasi.
Selanjutnya, Wawan menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengalami kesulitan untuk mengkses informasi kedua calon bupati dan wakil bupati yang tengah bersaing. Wawan menyebutkan, ada banyak media yang bisa diakses untuk mendapatkan informasi seputar pilkada bagi pemilih tunanetra seperti dirinya.
"Kalau dari saya sih, sebagai disabilitas netra mungkin sejauh ini sudah cukup baik. Kita mengucapkan terima kasih kepada KPU karena telah melaksanakan UU Pemilu aksesibilitas itu," terang Wawan ditemui usai memberikan suaranya Rabu (09/12/2020).
Ketua KPPS TPS 009 Purwahid menjelaskan bahwa di TPS-nya ada dua orang pemilih dengan disabilitas netra. Ia menyampaikan, pihak KPU sudah memberikan alat yang mudah dipahami. Jika ada yang belum mendapatkan, kata dia, mereka bisa didampingi keluarganya.
"Alatnya ada alat khusus, template brailee," terang Purwahid.
Berita Terkait
-
Punya Nama seperti Paslon Pilkada Bantul? Warung Ini Beri Diskon Mi Ayam
-
Selesai Nyoblos, Abdul Halim Muslih Yakin Menangi Pilkada Bantul
-
Ditemani sang Istri, Halim Nyoblos Jalan Kaki ke TPS 006
-
Nyoblos di TPS 09, Kedatangan Totok Sudarto Disambut Tangis Haru
-
Datang Pertama ke TPS, Suharsono dan Istri Kompak Pakai Kemeja Putih
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Ramai di Threads, Dosen Farmasi UMY Diduga Lecehkan Mahasiswi, Kampus Panggil yang Bersangkutan
-
Peringati 250 Tahun AS, Kedutaan Besar AS Gelar Pelatihan Jurnalisme Mobile di Yogyakarta
-
Jogja Laptop Festival 2026: Axioo Suguhkan Hype AMD X1 dan Pongo 535
-
Kejagung Bergerak, Seluruh Titik SPPG DIY Disisir Kejati
-
Kemenpar Dorong Penerbangan Langsung India-YIA, Bidik Kenaikan Wisatawan ke Yogyakarta