Disampaikan Mardi bahwa rancangan semua itu sudah ada. Sehingga memang proses bisnisnya bukan murni bisnis tetapi lebih kepada memberdayakan masyarakat.
"Saat ini karena ditambah pembangunan untuk perluasan tadi ada sekitar 25 orang yang terlibat. Sedangkan untuk maggot sendiri ada 10 orang. Pengembangan sendiri akan memerlukan 1,5 hektare," tuturnya.
Mardi menyampaikan budi daya maggot yang sudah berjalan itu telah mendapatkan banyak respon dari banyak Bumdes, komunitas ataupun perseorangan untuk melakukan studi banding. Kebetulan, kata Mardi, pihaknya telah mengadakan pelatihan hidroponik atau pengembangan maggot.
Lokasi budi daya maggot itu sendiri dipusatkan pada lahan tersendiri yang berjarak sekitar 400 meter dari rumahnya. Mardi meyakini bahwa nantinya budi daya maggot akan menjadi pertanian terpadu yang terintegrasi berkelanjutan dari hulu sampai hilir.
"Dan semua proses dari budi daya maggot bisa mendatangkan uang. Ini sebagai upaya juga mengajak petani tradisional menjadi petani modern untuk merespon keterbatasan atau hilangnya lahan pertanian produktif tadi," tegasnya.
Sementara itu, salah satu orang yang kebetulan tertarik untuk datang ke budi daya maggot di Dusun Ketingan tersebut, Reno, mengaku mengetahui adanya budi daya maggot ini dari temannya. Ia yang berprofesi sebagai penjual ikan ini tertarik mempelajari lebih lanjut budi daya maggot untuk mendukung bisnisnya.
"Tahu dari temen yang penjual ikan juga kalau di sini [Dusun Ketingan] ada budi daya maggot. Saya tertarik untuk bisa ikut belajar di sini, menurut saya ini peluang bisnis yang sangat baik untuk ditekuni," ucap pria asal Magelang tersebut.
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara
-
Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC
-
69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa
-
Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit
-
Sri Sultan Sebut Penurunan Foto Wapres Gibran Tidak Pantas, DPRD DIY Ungkap Fakta Sebenarnya