Kapolda DIY Inspektur Jenderal Polisi Asep Suhendar memaparkan perkembangan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda DIY sepanjang tahun 2020, di Gedung Anton Sudjarwo, Selasa (29/12/2020). [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]
Diketahui bahwa kasus peredaran narkoba masih menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2020 yakni sebanyak 600 kasus. Jumlah itu meningkat 86 kasus atau 16,73 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencatat 514 kasus.
Di bawah narkoba, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) juga meningkat selama tahun 2020. Dari hanya berada di angka 232 kasus pada tahun 2019, menjadi 307 kasus atau naik 75 kasus.
Begitu juga dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang di tahun sebelumnya hanya 57 kasus menjadi 75 kasus naik 18 kasus. Sedangkan pencurian dengan kekerasan (curas) naik sebanyak 48,78 persen dari tahun 2019 yang tercatat 41 kasus menjadi 61 kasus di tahun 2020.
Berita Terkait
-
Pakai Kaus 'Garis Keras Fighter', Pemuda Lempari Warga Sleman dengan Batu
-
Penyiram Air Keras di Sleman Sasar Perempuan Pesepeda Berambut Pendek
-
Motif Penyemprot Air Keras ke Pesepeda di Sleman dan 4 Berita SuaraJogja
-
Pria Temanggung Semprot Air Keras ke Perempuan Sleman, Ini Kronologinya
-
Sakit Hati, Pria Temanggung Semprot Air Keras ke Pesepeda Perempuan Sleman
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan