Walaupun begitu, ia tetap mengagumi tempat ikonik tersebut setelah rampung direvitalisasi beberapa waktu lalu. Menurut perempuan yang sudah dua kali berkunjung ke Jogja, kondisi Tugu sekarang lebih terlihat bersih dan rapi.
"Sayangnya emang belum bisa ke tengah ya, ngga tahu kalau ditutup gitu. Tapi paling nanti nyoba tetep ke sana deh kalau hujannya udah ngga terlalu deras," tuturnya.
Bergeser ke arah selatan, atau tepatnya di kawasan Malioboro juga dengan kondisi yang tak jauh beda dengan Tugu Pal Putih. Lampu-lampu penerangan tetap menerangi kawasan pedestrian di kanan dan kiri Malioboro.
Pedagang-pedagang terlihat menambah sinar terang kawasan Malioboro dengan lampu-lampu di lapak milik mereka. Terlihat becak dan andong atau kereta kuda hanya bisa berdiam di pinggir jalan dengan ditutup plastik oleh pemiliknya.
Baca Juga: Waduh! 'Old Trafford' Bakal Tergusur Proyek Tol Solo-Jogja
Sepanjang jalan memang tidak telalu banyak wisatawan yang berjalan di kawasan pedestrian Malioboro. Kebanyakan wisatawan memilih untuk duduk di emperan sambil berteduh menanti hujan reda.
"Seratus ribu empat yok seratus ribu empat, silakan," teriak salah satu pedagang baju di Malioboro.
Ada wisatawan yang terlihat tertarik dengan teriakan pedagang tersebut dan memutuskan untuk berhenti. Namun juga tak sedikit yang lewat begitu saja.
"Ngga seramai biasanya mas, kalau tahun baru sebelumnya ya di sini penuh sekarang longgar gini," ucap Sukeno (53) sambil menyeruput mi instan rebus miliknya.
Ada yang tampak lesu menunggu hujan reda, ada yang asyik mengobrol dengan teman di sebelahnya. Tak banyak yang bisa wisatawan lakukan di tengah Malioboro yang diguyur hujan ini.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Kasus, Kota Jogja Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19
Arya misalnya hanya bermain dengan handphonenya menunggu hujan reda. Ia mengaku memang berniat untuk menghabiskan malam tahun baru di kawasan Malioboro.
Berita Terkait
-
Daop 6 Yogyakarta Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran Gunakan Kereta pada Minggu H+6
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Stasiun Jogja Diserbu Pemudik: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Besok!
-
10 Hal yang Harus Dipatuhi Saat Nyepi di Bali, Melanggar Bisa Terkena Sanksi
-
Peringatan Dini Tsunami di Underpass Bandara YIA, BNPB: Supaya Masyarakat Waspada, Bukan Menakuti
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo
-
Jalur Selatan Alami Lonjakan, Polres Kulon Progo Lakukan Buka Tutup Jalur Utama
-
Okupansi Hotel Anjlok 20 Persen di Momen Lebaran, Permintaan Relaksasi PHRI Tak Digubris Pemerintah
-
Gembira Loka Zoo Hadirkan Zona Cakar, Pengalaman Baru untuk Pengunjung Berjalan Bersama Satwa Buas
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan