SuaraJogja.id - Berkedok mencari walang, S (38), warga Kranon (06/07), Kanigoro, Saptosari, diamankan ke Mapolsek Tanjungsari, Senin (25/1/2021) pagi tadi. Bahkan ia nyaris menjadi bulan-bulanan massa yang meringkusnya usai kejar-kejaran.
Kapolsek Tanjungsari AKP Wijayadi mengatakan, kejadian bermula ketika Ratno Tukiran (55), warga Kelor Lor, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, sedang meladang di Hutan Cuweweh, Pedukuhan Kelor Kidul, Kemadang sekitar pukul 08.00 WIB.
"Tak berselang lama, S datang dengan membawa tas dan bertanya lokasi yang banyak belalangngnya," ujarnya, Senin, saat dikonfirmasi.
Ratno selama ini merasa, di lokasi tersebut memang tidak ada belalang. Namun meski dijawab tidak ada, lelaki tersebut tetap mondar-mandir di gubuknya. Saat S menjauh dari gubuk, Ratno lantas mengecek tas yang ia letakkan di gubuk.
Ternyata uang di dalam tas senilai Rp300 ribu lenyap. Ratno kemudian teriak minta tolong. Ia bersama beberapa petani lainnya lantas melakukan pengejaran. S pun ditangkap warga. Setelah didesak, ia mengakui perbuatannya.
"Untuk menghindari amukan masa, warga lantas kami amankan ke Mapolsek Tanjungsari," tuturnya.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto menambahkan, setelah melakukan pemeriksaan intensif, S ternyata telah berulangkali melakukan aksi pencurian dengan modus yang sama. Sasarannya memang barang-barang berharga milik petani yang disimpan di dalam tas dan ditinggal di Gubuk untuk berladang.
"Karena sibuk berladang maka petani jadi lengah. Kesempatan itu digunakan untuk mengambil barang berharga, tak hanya uang tetapi perhiasan," terangnya.
Korban lainnya yang melapor ke Mapolsek Tanjungsari adalah Warni (53). Petani asal Wonosobo 1 Rt/w 02/01, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari ini juga kehilangan dua buah gelang emas dan uang Rp260 ribu.
Baca Juga: Modus Baru Curanmor di Jogja, Tinggalkan Pacar di Rumah Korban
Kedua barang berharga tersebut ia simpan di tas yang diletakkan di gubuk dekat tempat ia bertani.
Jumat (8/1/ 2021) lalu Sekira pukul 05.00 WIB korban bersama suami berangkat ke ladang yang berada di Alas Ngleses Dsn.Wonosobo 1, Kalurahan Banjarejo, Kapanewonan Tanjungsari.
Keduanya lantas beraktivitas di ladang setelah sebelumnya meletakkan tas warna biru berisi bekal/makanan dan dompet yang berisi dua gelang emas dan uang sebesar Rp260.000 di dalam gubuk milik korban.
Kemudian korban mencari kayu bakar dan saksi I membersihkan kotoran sapi, kemudian pada pukul 08.00 wib korban mengecek tas tersebut masih ada di dalam gubug.
Sekira pukul 17.00 WIB ketika korban dan suaminya hendak pulang kerumah korban cek barang-barang berupa perhiasan gelang emas seberat 4 gram dan gelang emas 8 gram dan uang sebesar Rp260.000 yang di simpan di dompet warna kuning di dalam tas warna biru yang berada di atas tempat istirahat di dalam gubuk, barang-barang tersebut sudah tidak ada alias hilang.
"Sampai di rumah korban menceritakan kejadian pencurian tersebut kepada anak mereka dan melapor ke polisi," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Modus Baru Curanmor di Jogja, Tinggalkan Pacar di Rumah Korban
-
Berbekal Petunjuk Bercak Darah, Polsek Sedayu Ungkap Pembobol Minimarket
-
Hendak Tidurkan Anak, Motor Ifnu Raib Digondol Maling di Bantul
-
Pura-Pura Beli Minuman, Pria Ambil Tas Pemilik Warung tapi Motor Tertinggal
-
Pencuri Kabel Telkom Dibekuk Polisi saat Asik Nongkrong di Warung
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial