SuaraJogja.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman sudah bersiap untuk memulai pendataan sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua, khususnya terhadap lansia. Diperkirakan terdapat sekitar 10 hingga 12 persen jumlah lansia atau warga Sleman yang berusia di atas 59 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menyebutkan, jika melihat pada persentase itu, maka jumlah lansia di Bumi Sembada kurang lebih 100 ribuan orang. Pendaftaran akan dimulai pada 1-7 Maret 2021 mendatang.
"Kita perkirakan 10 persen dari jumlah penduduk di Sleman itu kan lansia, bahkan kalau tidak salah malah 12 persen, sehingga kita perkirakan sekitar 100 ribu lebih sedikit [vaksin Covid-19] untuk lansia," ujar Joko kepada awak media, Sabtu (27/2/2021).
Disampaikan Joko, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kabupaten Sleman akan dibagi ke dalam dua gelombang. Pertama akan menyasar petugas pelayan publik dan gelombang kedua ditujukan kepada para lansia usia 59 tahun ke atas.
"Target untuk pelayan publik sekitar 40 ribu penerima vaksin. Terbaru sudah terdaftar sebanyak 36 ribu orang, termasuk pedagang pasar, petugas transportasi, dan petugas wisata yang dikembangkan sampai ke hotel dan restoran," sebutnya.
Sementara untuk lansia, Joko menuturkan, pendaftaran vaksinasi baru akan dibuka pada 1 Maret mendatang. Perlu diketahui bahwa vaksinasi kepada lansia saat ini masih diprioritaskan di masing-masing ibu kota provinsi, sehingga untuk di Provinsi DIY, vaksinasi dilakukan di Kota Yogyakarta lebih dulu.
Sedangkan untuk jumlah keseluruhan warga Sleman sendiri, yang mencapai 1 juta lebih penduduk, kata Joko, masih akan dikurangi dengan anak yang berada di bawah umur 18 tahun, sehingga nantinya tersisa 900 ribu warga Sleman yang masih dibagi ke dalam 70 persen untuk mendapat vaksinasi Covid-19.
"Kurang lebih sekitar 900 ribu orang yang kemudian 70 persennya [akan diberikan vaksin Covid-19] untuk mencapai herd immunity, ya kira-kira kita akan menyasar sekitar 600 ribu penduduk [Sleman]. Selesai bisa sampai Desember karena bertahap," jelasnya.
Ditanya terkait aturan anak di bawah 18 tahun yang belum menerima vaksinasi Covid-19, Joko mengungkapkan bahwa mereka yang dianggap anak-anak dan masih dalam usia sekolah tersebut menghabiskan waktunya dengan banyak di rumah. Dengan kata lain, mereka tidak melakukan terlalu banyak interaksi dengan orang lain di luar rumah.
Baca Juga: Tahanan KPK Divaksin Covid-19, Pukat UGM: Mereka Bukan Prioritas
"Kita masih menunggu jenis vaksin yang memungkinkan diberikan kepada anak bawah usia 18 tahun karena asumsinya anak sekolah masih di rumah sehingga aktivitas atau interaksi dengan warga yang lain tidak terlalu tinggi sehingga dianggap aman. Sehingga vaksin-vaksin yang diproduksi sekarang rata-rata di atas 18 tahun," terangnya.
Sementara itu di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman telah mendaftarkan ribuan guru dan tenaga pendidikan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Pemberian vaksin di lingkungan pendidikan ini diangggap penting untuk mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana, menuturkan bahwa terdapat setidaknya 10.000 orang guru dan tenaga kesehatan di Bumi Sembada yang terdaftar dalam anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Baik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS.
Ery menuturkan bahwa dari jumlah tersebut semua dipersilakan untuk mendaftar untuk vaksinasi Covid-19. Bahkan ia mewajibkan semua yang masuk dalam dunia pendidikan untuk ikut dalan program vaksinasi.
"Siapapun yang belum divaksin segera mendaftar. Kami tidak membatasi kuota. Siapapun bisa mendaftar, baik guru ASN maupun non-ASN. Penjaga sekolah juga diperbolehkan mendaftar secara mandiri," kata Ery.
Sejauh ini, Ery mengungkapkan pada pendaftaran termin pertama yang sudah ditutup pada 25 Februari 2021 lalu tercatat sudah ada sebanyak 8.274 guru dan 1.640 tenaga kependidikan yang mendaftar.
Berita Terkait
-
Tahanan KPK Divaksin Covid-19, Pukat UGM: Mereka Bukan Prioritas
-
Sehari Pasca Dilantik, Bobby Nasution Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Medan
-
Vaksinasi Covid-19 I Lebihi Target, Dinkes Sleman: Sasaran Terus Bertambah
-
Menkes Targetkan Vaksinasi Petugas Pelayanan Publik dan Lansia Rampung Juni
-
Sleman Mulai Vaksinasi Covid-19 Kedua, Bupati-Wabup Baru Penerima Pertama
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Jaringan 7.500 Unit Kerja Jadi Kekuatan BRI Percepat Penyaluran KPR Subsidi
-
Jadwal Lengkap Agenda Wisata Jogja Februari 2026: Dari Tradisi hingga Romansa!
-
BRI Dorong Lingkungan Bersih lewat Program CSR Bersih-Bersih Pantai di Bali
-
Babak Baru Rampasan Geger Sepehi 1812: Trah Sultan HB II Tegas Ambil Langkah Hukum Internasional
-
Misteri Terkuak! Kerangka Manusia di Rumah Kosong Gamping Sleman Ternyata Mantan Suami Pemilik Rumah