SuaraJogja.id - Sosok ustaz Yahya Waloni saat ini tengah jadi perbincangan. Hal ini tak lain lantaran sejumlah ceramahnya yang dinilai kontroversial.
Belakangan sosok ustaz yang dikenal tegas dan blak-blakan tersebut masa lalunya disinggung oleh seorang pendeta bernama Edyson H.W Senaen.
Hal itu terungkap dalam sebuah video di channel YouTube sang pendeta yang diunggah 14 Januari 2021 lalu.
Dalam video yang kembali muncul di sosial media itu pendeta Edyson mengungkapkan saat pertama kali sosok Yahya Waloni sebelum menjadi mualaf datang ke gereja dalam keadaan mabuk.
"Saya mau katakan dia itu waktu pertama datang di gereja kami di Manado dalam keadaan mabuk ternyata sodaraku manusia ini pemabuk. Saat dia datang, saya ketika itu tengah berkotbah. Dia datang dengan tiba-tiba dalam keadaan mabuk dan langsung menangis di depan jemaat," ucapnya.
"Dan dia sedang memegang kertas yang sedang tersobek-sobek setelah saya teliti bersama hamba tuhan yang lain itu ternyata surat nikahnya yang telah ia sobek-sobek. Dia itu adalah seorang pemabuk sodara-sodara," lanjutnya.
Tak sampai di situ, pendeta tersebut juga menunjukkan video lanjutan dari pengakuan teman-teman ustaz Yahya Waloni di Balikpapan yang membenarkan bahwa ia seorang pemabuk.
Sementara itu di sebuah video terpisah, ustaz Yahya Waloni mengakui pernah terjerumus dalam minuman keras sebelum kemudian menjadi mualaf. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah melegalkan miras lewat Perpres Nomor 10 Tahun 2021.
Dalam video terbarunya yang disitat di channel ustadz Yahya Waloni Official, ia mengungkapkan bahwa miras itu punya pengaruh dan dampak yang sangat negatif.
Baca Juga: Aturan Investasi Miras Dicabut, KSP: Jokowi Dengar Aspirasi Masyarakat
Ia menyebut bahwa mengonsumsi minuman keras bisa berakibat pada rusaknya saraf-saraf di otak otak. Lebih jauh efeknya dalam jangka panjang juga merusak mental bangsa. Ia berani menjamin hal itu lantaran pernah merasakan bagaimana efek minuman keras.
"Saya pengalaman tinggal di Papua dan tahu persis saya juga dari suku Manado pernah merasakan bagaimana minuman keras itu dan saya tidak mungkiri orang Manado itu tahu minum minuman keras sudah biasa bahkan di Manado itu ada istilah bakar menyala," katanya.
"Jadi saya kira itu yang bisa saya sampaikan ini sangat berbahaya bagi masa depan bangsa terutama untuk umat Islam, mohon pemerintah bisa mendengarkan ini dan membatalkan rencananya," tambahnya.
Berita Terkait
-
Ini Alasan Ferdinan Hutahaean Sebut Yahya Waloni Perlu Dikandangkan
-
Yahya Waloni Sebut Yesus Nabi Gagal, Ferdinand: Masuk Penistaan Agama
-
Ustaz Yahya Waloni Sebut Yesus Nabi Gagal, Ferdinand: Ini Penistaan Agama!
-
Yahya Waloni Saran ke Jokowi: Semua Lepas Masker, Jangan Percaya Covid
-
Ustaz Yahya Waloni Tabrak Anjing, Habib Jafar: Anjing Itu Punya Kemuliaan
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata
-
Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender
-
Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!
-
Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia
-
BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas