“Ya saat ini saya menganggap pekerjaan saya halal, jika sampah ini tidak saya angkut siapa lagi yang akan membuang sampah ke TPST? Yang terpenting bekerja apapun itu, mampu bermanfaat bagi orang lain. Disamping itu saya hadir untuk membantu warga lain,” ungkap dia.
Saling membantu warga lain, Kasmani juga mencontohkan dengan banyaknya aktivitas berbagi oleh sekelompok warga yang kerap dilakukan di Alun-alun Utara. Ia menganggap di tengah situasi pandemi Covid-19 masih banyak yang terdampak dan kesulitan untuk makan dan harus dibantu.
“Saya kerap melihat dan mendapat bantuan baik sembako dan kebutuhan sehari-hari dari orang-orang. Jadi tak perlu dilihat dari berapa banyaknya jumlah yang mereka beri. Tapi dorongan untuk saling membantu. Pandemi seperti ini banyak orang-orang yang masih kesulitan,” terang Kasmani.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah anggota dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) Yogyakarta menggelar acara bakti sosial berupa pembagian sembako gratis. Sasarannya adalah tukang becak, hingga pengangkut sampah yang biasa beroperasi di sekitar Alun-alun Utara dan Titik Nol Kilometer.
Baca Juga: Gaji Jauh di Bawah UMR, 2 Sarjana Ini Setia Jadi Abdi Dalem Keraton Jogja
“Ini salah satu bagian dari program PRD Berbagi, dimana pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun adanya penerapan kebijakan ini ada banyak warga yang terdampak terutama tukang becak, pedagang kaki lima dan lainnya,” ungkap Ketua PRD Yogyakarta, Ardi Sihab usai pembagian sembako di Alun-alun Utara.
Ia menjelaskan di tengah situasi pembatasan ini, pemerintah juga harus memperhatikan keadaan masyarakat miskin. Karena kebijakan yang dibuat, sejauh ini memberi dampak ke rakyat kecil.
“Tentu ini menjadi bentuk masukan kami agar pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya, termasuk rakyat miskin yang terdampak. Harus ada rakyat bantu rakyat, intinya solidaritas disini kami harapkan terus ada,” ungkap Ardi.
Sebanyak 50 paket sembako berisi, minyak, beras gula, masker dan makanan lain diberikan ke sejumlah pengayuh becak dan pedagang kaki lima di Alun-alun Utara Yogyakarta. PRD lanjut Ardi tak hanya bergerak sekali saja, sebelumnya kegiatan yang sama juga dilakukan di lokasi yang berbeda dengan sasarannya warga dan rakyat kecil.
Baca Juga: Sanksi Penolak Vaksin Covid-19 Belum Berlaku, Pemkot Jogja Beri Kesempatan
Berita Terkait
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Ikhlas Itu Formalitas, Menerima Itu Penderitaan
-
7 Kampung Ngabuburit Populer di Jogja yang Harus Kamu Datangi di Akhir Pekan Ramadan
-
Terbaru! Daftar Harga Tiket Bus Jakarta-Jogja Lebaran 2025 Mulai Rp180 Ribuan
-
Dituduh Sastra Silalahi Kalah Judi Bola, Sosok Franky Kessek Bukan Fans Timnas Sembarangan
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
Terkini
-
Harga Kebutuhan Pokok di Kota Yogyakarta Seusai Lebaran Terpantau Stabil
-
Tiga Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Parangtritis, Satu Masih Hilang
-
Cerita UMKM Asal Bantul Dapat Pesanan dari Amerika di Tengah Naiknya Tarif Impor Amerika
-
Diserbu 110 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran, Tiket 50 Perjalanan KA YIA Ludes
-
Kilas DIY: Bocah Jabar Nekat Curi Motor di Bantul hingga Penemuan Mayat di Sungai Progo