Scroll untuk membaca artikel
Galih Priatmojo | Hiskia Andika Weadcaksana
Jum'at, 12 Maret 2021 | 20:25 WIB
Luncuran lava pijar di Gunung Merapi pada Kamis (11/3/2021) dini hari. (Dokumentasi: BPPTKG).

SuaraJogja.id - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG merilis laporan aktivitas Gunung Merapi mulai dari tanggal 5-11 Maret 2021. Dalam periode pengamatan tersebut tercatat sejumlah guguran awan panas dan ratusan lava.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan dalam periode pengamatan tersebut terjadi sebanyak 12 kali awan panas guguran. Dari jumlah tersebut jarak luncur maksimal mencapai 1.500 meter ke arah barat daya.

"Jarak luncuran awan panas guguran maksimal mencapai 1.500 meter yang terjadi pada tanggal 7 Maret 2021 pukul 21.13 WIB. Saat itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 47 mm dan durasi 148 detik," kata Hanik dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Sedangkan untuk guguran lava, diungkapkan Hanik teramati sebanyak 226 kali. Sementara jarak luncur maksimal mencapai 1.300 meter ke arah barat daya.

Baca Juga: Dalam 6 Jam Gunung Merapi 25 Kali Luncurkan Lava Pijar

"Pada tanggal 7 Maret 2021 pukul 22:18 WIB teramati guguran di kubah lava tengah kawah," ucapnya.

Hanik menjelaskan mengenai analisis morfologi area puncak, jika diamati berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 11 Maret terhadap tanggal 5 Maret 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi. Khususnya yang berada di area puncak disebabkan oleh aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah.

"Volume kubah lava di sektor barat daya terhitung sebesar 785.600 meter kubik dengan laju pertumbuhan 13.500 meter kubik per hari," ungkapnya.

Sementara itu untuk pengamatan kubah lava di sektor tenggara, masih menunjukkan ketinggian kubah yang relatif tetap yaitu sebesar 45 meter.

Hanik juga menyatakan titik api diam di kubah lava yang berada di tengah kawah pun juga sudah terpantau. Itu artinya memunculkan kemungkinan tentang terjadinya guguran dan awan panas ke Kali Gendol.

Baca Juga: Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Lagi Pagi Ini, Arah ke Barat Daya

“Namun demikian, pertumbuhan kubah lava Merapi masih jauh di bawah rata-rata Merapi,” tuturnya.

Load More