SuaraJogja.id - Salah satu cara yang dapat dilakukan seseorang ketika mulai merasakan permasalah perihal jiwanya yakni dengan berkonsultasi atau konseling. Tidak melulu harus ke rumah sakit, puskesmas-puskesmas hingga instansi pemerintahan lain pun sudah mulai menyediakan ruang penanganan untuk kesehatan jiwa.
Salah satu layanan yang dapat diakses masyarakat khususnya di Kota Yogyakarta adalah Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Sebagian besar warga Kota Joga dapat mengakses layanan konsultasi yang berada di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Yogyakarta itu.
Konselor Psikologi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) KENARI, Tri Novita Herdalena, mengatakan ada berbagai program unggalan yang dapat dimanfaatkan oleh warga Kota Jogja. Mulai dari layanan konseling, konsultasi, informasi, rujukan, penjangkauan atau pendampingan, promosi dan sosialisasi serta pembentukan keluarga 2P yakni Pelopor dan Pelapor.
"Layanan konsultasi itu berbeda dengan konseling. Kalau konsultasi itu untuk orang yang datang tapi bukan untuk dirinya namun untuk pihak ketiga, bisa jadi untuk anak atau cucu. Kalau konseling itu untuk dirinya sendiri," kata Novita saat ditemui SuaraJogja.id, Selasa (16/3/2021).
Lebih lanjut Novita menjelaskan, ada juga layanan informasi, yang datang menanyakan informasi saja tentang keluarga dan lain-lain. Kemudian ada layanan rujukan, menangani kasus-kasus seperti kekerasan mungkin dalam rumah tangga, kekerasan anak atau pelecehan seksual.
Kasus-kasus rujukan semacam itu nantik akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan UPT PPA di Kota Jogja. Ada juga rujukan yang bersifat klinis, misal anak-anak berkebutuhan khusus atau yang sudah berketetapan hukum semisal aksi demo beberapa waktu lalu.
"Nanti akan koordinasi juga dengan Dinsos dengan penanganan melalui Pekerja Sosial (Peksos). Ada juga layanan penjangkauan, misal ada laporan terkait dengan kondisi yang terlantar dari Dinsos tapi minta didampingi itu kita juga masuk untuk mendampingi atau menjangkau," ucapnya.
Lainnya, ada layanan sosialisasi yang memang menyasar para orang tua yang masih minim tentang pengetahuan terkait proses atau pola pengasuhan anak. Khususnya saat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.
Layanan sosialisasi kata Novita, memang menjadi yang banyak dilakukan oleh Puspaga. Terhitung sebelum pandemi Covid-19 hingga Maret saja sudah menjangkau 2138 keluarga di Kota Jogja.
Baca Juga: Usut Korupsi Pengadaan Barang Covid-19 di KBB, KPK Sambangi Tiga Lokasi
"Jadi kita awalnya kita datangi untuk penjangkauan yang lebih besar. Namun setelah itu yang datang ke sini juga lumayan banyak. Baru semenjak pandemi ini kita mengurangi layanan offline kalau tidak terpaksa. Justru dari online, malah yang mengakses tidak hanya Kota Jogja saja. Dari luar wilayah juga ada, seperti Solo dan lainnya," terangnya.
Bahkan tidak hanya keluarga saja yang datang untuk mencari sebuah solusi permasalah mereka atau hanya sekadar membutuhkan sosialisasi. Namun akhir-akhir ini malah ada anak-anak remaja atau sekolah yang juga datang.
Kebanyakan, anak-anak itu memang mengalami problem selama pandemi Covid-19 ini. Seperti kurang komunikasi, kurang bergaul lalu muncul ada kebosanan.
Belum lagi tertekan juga karena tuntutan sekolah untuk mengerjakan tugas yang kadang tanpa melihat waktu. Sedangkan pelajaran yang diterima melalui online atau daring masih sulit untuk dipahami online.
Di samping permasalahan yang dirasakan oleh anak-anak, orang tua pun juga memiliki masalahnya sendiri. Perubahan perekonomian, semisal terpaksa harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan masa depan yang tak jelas membuat para orang tua juga tertekan.
"Kemudian banyak konflik di rumah yang menjadi beban dan larinya juga pada emosi mereka dan itu berdampak pada anak. Si anak kemudian juga merasa makin banyak problem, mulai dari sekolah online, dengan tugas yang banyak lalu semua orang ada di rumah. Ternyata itu juga problem dan orang tua ternyata kadang belum siap juga untuk menemani sang anak," ucapnya.
Berita Terkait
-
Usut Korupsi Pengadaan Barang Covid-19 di KBB, KPK Sambangi Tiga Lokasi
-
Kena Refocusing Anggaran 2021, Bantuan Graduasi PKH Dinsos Bantul Ditunda
-
Gegara Pandemi, Status RI Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi Jadi Berantakan
-
Hadapi Dampak Pandemi, Mensos Minta Pekerja Sosial Ambil Peran Nyata
-
Aceh Besar Targetkan Angka Kemiskinan Turun 10 Persen di 2022
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Diisukan Sakit dan Berobat ke Luar Negeri, Sri Sultan HB X: Saya Hanya Rutin Check Up
-
Mafia Tanah Kas Desa di DIY Menggila, Sultan HB X: Saya Sendiri yang Meminta Mereka Diproses Hukum!
-
Mengembalikan TNI ke Fungsi Pertahanan melalui Perspektif Hubungan Sipil-Militer Huntington
-
Yogyakarta untuk Indonesia: AVMS Indonesia Dirikan Yayasan untuk Lindungi Hak Model
-
Unik! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan untuk Bantu Cegah Gangguan Kecemasan