SuaraJogja.id - Banyak yang mengatakan jika setiap sudut di Jogja adalah kenangan, begitu juga dengan sebuah pertigaan yang terletak dekat kampus UIN Sunan Kalijaga. Kerap dijadikan tempat untuk unjuk rasa dan aspirasi, lokasi tersebut dikenal juga sebagai pertigaan revolusi.
Bukan hanya digunakan oleh mahasiswa UIN Suka saja, pertigaan revolusi juga kerap menjadi titik aksi bagi mahasiswa dari berbagai universitas di Jogja. Selain menjadi salah satu titik demo paling sering digunakan rupanya warganet punya kenangan tersendiri saat berhenti di pertigaan yang diatur lampu lalu lintas ini.
Akun Twitter @jogja24jam membagikan video suasana pertigaan UIN Suka di malam hari. Umumnya, kondisi lampu merah di kawasan ini sama seperti di daerah lainnya. Salah satu yang menonjol adalah keberadaan pos polisi di sisi pertigaan. Dalam kenangannya, banyak warganet yang mengaku pernah terkena tilang atau peringatan.
Dalam video berdurasi 20 detik yang dibagikan, nampak berderet anggota polisi yang berdiri di sekitar pos polisi tersebut. Sementara suasana jalan sendiri nampak ramai lancar. Banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di sekitar kawasan tersebut.
"Pernah punya pengalaman apa disini? sumber @afrizalav_," taya akun @jogja24jam dalam cuitannya.
Sejak diunggah Senin (22/3/2021), video kondisi lampu merah di salah satu sudut Jogja ini sudah ditayangkan lebih dari 24 ribu kali. Ada 700 lebih pengguna Twitter yang menekan tanda suka dan puluhan lainnya membagikan ulang video tersebut. Tidak sedikit juga yang memberikan tanggapan di kolom komentar.
Dari ratusan komentar yang ditinggalkan warganet, banyak yang menceritakan pengalamannya ketika melakukan pelanggaran lalu lintas di kawasan ini. Dengan pantauan ketat polisi di pos lalu lintas, tidak sedikit warganet yang mengaku pernah mendapatkan surat 'cinta' dari polisi atau mendapatkan teguran.
"Pernah pas lagi nunggu lampu merah, berhentinya udah kelewat garis (aku paling depan). Terus ditegur dong pakai mikrofonnya. Kampret malunya disuruh mundur," tulis akun @libraguuu***.
"Pernah ketilang pas belum punya sim. setelah punya sim nggak pernah ketemu razia disini padahal mau pamerin sim," komentar akun @hmm***.
Baca Juga: Jadi Hama Petani, Rencana Impor Beras Diprotes Mahasiswa Pertanian di Jogja
"Wah ini, di tahun 2003 an kos di sapen, kampus di babarsari, berangkat kuliah pagi, dengan santainya gass berangkat, di titik ini diliat pak polisi dan pengendara lain, posisi depan sendri, lah gak taunya tanpa sadar gak pakai helm auto balik kan ke kos ," tanggapan akun @adir****.
Sementara akun @wennyyas**** mengatakan, "Ketilang pertama kali seumur hidup ya disini. Aku dari arah lipo ke amplaz. Padahal lampu masih hijau pas ku terjang, eh diberhentiin pak polisi. Katanya, kamu nerobos lampu merah, ya. Nggak pak. Terus si bapak nunjuk ke belakang, itu temennya berhenti kenapa kamu tidak. Kan lampunya baru merah pas saya dah lewat."
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
BRI Perkuat Digitalisasi, Tebus Gadai di BRImo Dapat Cashback 10%
-
Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Agresi, Pemerintah Didesak Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS
-
Jatah WFH ASN Jogja Hari Rabu, Pemda DIY Tak Mau Jumat: Biar Nggak Bablas Liburan!
-
Berani Lawan Arus, Komunitas Petani Punk Gunungkidul Siap Manfaatkan AI untuk Sokong Program MBG
-
Holding UMi Tancap Gas: 34,5 Juta Debitur Terjangkau, 1,4 Juta Nasabah Naik Kelas