SuaraJogja.id - Menghadapi bulan Ramadan, sejumlah tempat hiburan malam yang ada di wilayah Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul akan tutup sementara.
Ketua Paguyuban Pengusaha Hiburan Malam Parangtritis dan Parangkusumo Deni Nugroho mengatakan, para pengusaha sudah bersepakat untuk menutup usaha terlebih dahulu pada awal Ramadan.
"Kami tentu menghormati adanya bulan puasa ini. Sementara tutup dahulu, mungkin satu pekan ke depan. Ini juga inisiatif dari para pelaku usaha hiburan malam," ujar Deni, dihubungi wartawan, Rabu (14/4/2021).
Ia tak menampik, penutupan sementara itu berdampak pada pendapatan usaha. Kendati demikian, mereka sudah memperhitungkan risikonya.
"Ya itu sudah menjadi risiko kami. Sebelumnya kan memang dibatasi saat buka karena Covid-19. Jika dihitung penurunannya [pendapatan] bisa mencapai 40 persen selama ditutup sepekan," jelas dia.
Para pekerja dan pelayan sendiri, lanjut Deni, sementara dipulangkan terlebih dahulu. Kendati demikian, pembayaran kepada para pekerja dilimpahkan kepada pengelola usaha.
"Karena kesepakatan bersama teknisnya kami berikan kepada pengelola usaha. Memang beberapa ada yang meliburkan pekerjanya, sehingga pembayaran upah kembali ke pemilik usaha," terang Deni.
Dirinya menambahkan, pembukaan usaha hiburan setelah sepekan nanti akan didiskusikan bersama pengusaha lain, sehingga pendapatan mereka bisa kembali berjalan normal.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Kretek Kompol S Parmin mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengusaha hiburan malam.
Baca Juga: Meriah, Pasar Sore Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Terapkan Prokes Ketat
"Sebelumnya kami sudah berkomunikasi dan rencananya pemilik usaha ini menutup sementara usahanya. Mengingat memasuki awal Ramadan," kata Parmin.
Ia mengatakan, pihaknya hanya melakukan pengawasan di tempat hiburan malam tersebut secara berkala.
"Karena tempat hiburan malam ada di bawah pengelolaan instansi lain, kami hanya melakukan pengawasan saja. Jika tempat hiburan itu ranahnya di Dinas Pariwisata," jelas dia.
Berita Terkait
-
Meriah, Pasar Sore Kampoeng Ramadhan Jogokariyan Terapkan Prokes Ketat
-
Tempat Hiburan Malam yang Nekat Buka selama Ramadhan Bakal Disegel
-
Catat Lur! Tempat Hiburan Malam di Karanganyar Tutup Sepekan Pertama Puasa
-
Bulan Puasa, Dinar Candy Binggung Unggah Foto di Instagram
-
Masjid Jogokariyan Tetap Gelar Pasar Sore, Pedagang Wajib Tes GeNose
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Festival Udin 2026, Merawat Ingatan 30 Tahun Kasus Udin
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Screening 'Harusnya Horror' di Jogja Jelang Penayangan: Reza Arap dan AAAClan Disambut Meriah