SuaraJogja.id - Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Kulon Progo hingga Rabu (14/4/2021) bertambah 54 sehingga total kasus di wilayah ini menjadi 4.408 kasus.
"Per 14 April 2021, bertambah 54 terkonfirmasi positif COVID-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati seperti disitat dari Antara.
Ia mengatakan tingginya penambahan kasus di wilayah ini disebabkan banyaknya pasien terkonfirmasi positif COVID-19 karena berstatus orang tanpa gejala, dan pelaksanaan karantina atau isolasi mandiri kurang bagus.
Penambahan kasus baru tersebar di Kecamatan Nanggulan, Kalibawang, Lendah, Galur, Sentolo, Temon, Kokap, Girimulyo, Panjatan, dan Wates. Adapun penambahan kasus di setiap kecamatannya, yakni di Kecamatan Nanggulan tiga kasus, Kalibawang tiga kasus, Lendah 26 kasus, Galur empat kasus, Sentolo satu kasus, Temon dua kasus, Kokap dua kasus, Girimulyo tiga kasus, Panjatan enam kasus, Pengasih tiga kasus dan Wates dua kasus.
"Hari ini, Kecamatan Lendah memecahkan rekor penambahan kasus harian COVID-19 sebanyak 26 kasus. Penyebarannya karena hasil skrining, suspek, dan hasil rapid test antigen masal yang reaktif. Dari 54 pasien positif, hanya dua pasien yang dirawat di rumah sakit, yang lainnya menjalani isolasi mandiri," katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, total kasus COVID-19 sebanyak 4.408 kasus dengan rincian 36 isolasi rumah sakit, 1.008 isolasi mandiri, 2.748 selesai isolasi, 528 sembuh, dan 88 meninggal dunia.
Kemudian, lima dari 12 kecamatan di Kulon Progo dengan kasus COVID-19 tertinggi, yakni Wates 631 kasus, Pengasih 623 kasus, Sentolo 510 kasus, Panjatan 466 kasus, dan Temon 425 kasus.
Selanjutnya, situasi jumlah Rukun Tetangga (RT) dengan kriteria zonasi, yakni zona hijau 4.266 RT, zona kuning 211 RT, dan zona oranye satu RT. Hingga saat ini, di Kulon Progo belum ada RT yang masuk zona merah.
"Namun demikian, kami mengingatkan kepada pasien terkonfirmasi COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri sebaiknya mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, supaya tidak menular ke orang lain," katanya.
Baca Juga: Jumlah Pasien Covid-19 di DIY yang Sembuh Tambah 290, Total 30.526 orang
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Fajar Gegana mengakui meski diberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, kasus penambahan COVID-19 di wilayah ini sangat tinggi. Hal ini disebabkan adanya transmisi lokal, dan munculnya kluster keluarga.
"Kami minta Satgas COVID-19 tingkat desa untuk meningkatkan kembali pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan," katanya.*
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca DIY: Kota Jogja hingga Sleman Berpotensi Hujan Petir
-
11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa
-
Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY
-
Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata
-
Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi