SuaraJogja.id - Menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia di tengah situasi gempuran teknologi yang masif, Perkumpulan Generasi Didik Cinta Ilmu (PGDCI) DI Yogyakarta menggelar pengajian dan juga mengajak orang tua hadir dalam pertumbuhan anak.
Ketua Umum Organisasi PGDCI, Guntur Ginanjar menjelaskan kegiatan yang digelar di rumah belajar gratis Dusun Ngentak, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul ini salah satu misi untuk menghadirkan generasi bangsa yang berakal dan berakhlak ke depannya.
Ia menjelaskan bahwa era teknologi semakin berkembang. Hal itu juga merambah pada anak-anak yang kerap menggunakan handphone sebagai salah satu media pendidikannya, sehingga antara teknologi dan pendidikan akhlak harus seimbang untuk dilakukan dalam situasi seperti ini.
"Kami mengajak betapa pentingnya pendidikan bagi generasi penerus kita dengan mengutamakan pendidikan akhlak. Bagi kami ini sangat penting diterapkan kepada anak-anak dari usia dini hingga remaja," terang Guntur kepada wartawan, Selasa (3/5/2021).
Ia melanjutkan, orang tua juga perlu pahan bahwa potensi anak dan juga remaja masih berkembang pada usia itu. Hal ini, kata Ginanjar menjadi kesempatan orang tua termasuk tenaga pendidik untuk mengubah status kepribadiannya menjadi yang diharapkan.
"Ini akan menjadi penting karena potensi anak sedang berkembang. Harapannya dengan adanya pendidikan akhlak ini, mampu menciptakan anak menjadi generasi yang berakhlak dan berilmu," ungkap pria yang juga memiliki 12 rumah belajar gratis di DIY itu.
Lebih lanjut, tak hanya untuk generasi muda, PGDCI juga memiliki misi untuk menyiapkan masyarakat yang mandiri di sektor ekonomi.
"Slain bidang pendidikan kami juga mendorong di bidang perekonomian. Nantinya akan segera diberlakukan pelatihan perekonomian sampai pendanaan usaha untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah di Dusun Ngentak," jelasnya.
Guntur menambahkan sektor ekonomi ini akan disesuaikan dengan keahlian wirausaha yang dimiliki masyarakat. Sehingga akan dibentuk kelompok yang disebut kelompok wirausaha PGDCI.
Baca Juga: Sosok Aiptu Tomi Menjadi Target Sate Beracun, Pernah Tangani Kasus Ini
"Insyaallah segera kami bentuk. Intinya dari kegiatan kami ini untuk bersama-sama membangun masyarakat berakal yang berlandaskan akhlak mulia," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, sejumlah perangkat Kalurahan dan ketua RT 04 setempat hadir dalam kegiatan pengajian dan buka bersama.
PGDCI juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim serta anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Berita Terkait
-
Sosok Aiptu Tomi Menjadi Target Sate Beracun, Pernah Tangani Kasus Ini
-
Diduga Hendak Todong 2 Pemuda, Pembawa Sajam di UMY Residivis Perampasan
-
Antisipasi Kerumunan di Pasar Kota Jogja, 30 Personel Kamtibmas Disiagakan
-
Lengkap! Profil Pelaku Sate Beracun Merupakan Karyawan Salon Kecantikan
-
Hepicar, Aplikasi Otomotif Karya Warga Yogyakarta Berdayakan UMKM
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Teror May Day di Jogja: Mahasiswa Dikeroyok Preman Diduga Ormas, HP Dirampas Saat Rekam Aksi Brutal
-
Kawal Kasus Little Aresha, Orang Tua Korban Dorong Penambahan Pasal Berlapis dan Hak Restitusi
-
Siklus Megathrust Pulau Jawa Tinggal 30 Tahun, Pakar Kegempaan Ingatkan Kesiapsiagaan DIY
-
Niat Keluar Cari Sasaran, Komplotan Remaja Bacok Pemuda di Jalan Godean Sleman
-
Efisiensi Anggaran Bikin Pekerja Seni di Jogja Kelimpungan, Berburu Hibah demi Bertahan Hidup