SuaraJogja.id - Asrama Haji yang sebelumnya direhatkan karena adanya sterilisasi dan perbaikan, akan mulai diaktifkan kembali sebagai tempat isolasi mandiri pada 20 Mei 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, aktivasi kembali Asrama Haji merupakan upaya Pemkab Sleman dalam mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran.
"Meskipun harapan kami, tidak terjadi lonjakan. Tapi kami tetap harus antisipasi," kata Joko, Selasa (18/5/2021).
Penggunaan Asrama Haji sebagai selter isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 tanpa gejala di Kabupaten Sleman, masih akan berlaku sampai 30 Juni 2021.
Baca Juga: Lebaran Hari Pertama, Arus Lalu Lintas di 2 Pos Penyekatan Sleman Sepi
Pemkab Sleman akan memperpanjang nota kesepahaman bersama pihak Asrama Haji, untuk penggunaan kamar-kamar dan fasilitas di Asrama Haji sebagai selter.
"Masih berlaku sampai 30 Juni 2021. Sebulan sebelumnya kami proses perpanjangannya," ungkapnya.
Selain Asrama Haji, Sleman sudah memiliki beberapa selter lain. Mulai dari Rusunawa MBR di Gemawang, Asrama Unisa Yogyakarta, selter di Moyudan yang sebelumnya merupakan rumah sakit, serta puluhan selter yang ada di Kalurahan.
Kapasitas ruang yang bisa digunakan sebagai lokasi isolasi pasien COVID-19 di Asrama Haji ada sebanyak 158 kamar, dengan kapasitas riil sebanyak 112.
Di Rusunawa MBR terpasang sebanyak 74 kamar dengan kapasitas riil sebanyak 56.
Baca Juga: Masih Lesu, Penjualan Ponsel di Sleman Jelang Lebaran 2021 Seret Pembeli
Untuk Asrama Unisa Yogyakarta memiliki kapasitas 100 bed, di Moyudan memiliki kapasitas 25 bed. Sementara itu, total kamar di selter yang tersebar pada sejumlah kalurahan ada 784 kamar.
"Ada ruang isolasi critical dengan kapasitas 56 bed dan ada ruang isolasi non critical sebanyak 209 bed," terang Joko.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menyebutkan, meski Asrama Haji disterilisasi, tidak ada pemindahan pasien asimtomatis dari Asrama Haji ke rusunawa Gemawang.
Pasalnya, pada 22 April 2021 lalu, pasien terakhir yang dirawat di Asrama Haji sudah selesai menjalani isolasi.
"Selanjutnya asrama akan disterilisasi lebih dahulu, setelah itu dilakukan pemeliharaan gedung, sebelum diserahkan ke pengelola Asrama Haji. MoU pemanfaatan Asrama Haji sebagai FKDC sampai Juni," terangnya.
Kontributor : Uli Febriarni
Berita Terkait
-
Destinasi Libur Lebaran di Sentul City: Wisata Kuliner Hingga Petualangan Alam!
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Tiga Hari Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan di Ancol Tembus 167 Ribu
-
Update Harga Tiket Lembang Park & Zoo Terbaru 2025: Jangan Sampai Kehabisan Tiket!
-
Tiket Kereta Api Lagi Diskon 25 Persen Selama Libur Lebaran, Ini Syarat dan Daftar Rutenya
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Mudik ke Jogja? BPBD Ingatkan Potensi Bencana Alam: Pantai Selatan Paling Rawan
-
Libur Lebaran di Gembira Loka, Target 10 Ribu Pengunjung Sehari, Ini Tips Amannya
-
Arus Lalin di Simpang Stadion Kridosono Tak Macet, APILL Portable Belum Difungsikan Optimal
-
Kunjungan Wisatawan saat Libur Lebaran di Gunungkidul Menurun, Dispar Ungkap Sebabnya
-
H+2 Lebaran, Pergerakan Manusia ke Yogyakarta Masih Tinggi