SuaraJogja.id - Sebanyak lima orang warga di kampung Mayongan, Padukuhan Cagunan, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes Swab PCR. Hal itu tidak lain usai ramainya pemakaman tanpa prosedur Covid-19 dimana warga tidak diberitahu oleh keluarga almarhum.
Kepala Puskesmas Srandakan Budi Setyowati menjelaskan, pihaknya sudah melakukan swab PCR ke 28 warga. Terdapat empat gelombang dan baru muncul hasilnya pada swab di gelombang pertama.
"Ada dari delapan orang yang dites (swab PCR) lima diantaranya positif Covid-19," kata Budi ditemui wartawan di lokasi Swab PCR kampung Mayongan, Padukuhan Cagunan, Jumat (4/6/2021).
Budi Setyowati menjelaskan bahwa dari lima warga tersebut yang dinyatakan positif Covid-19 merupakan keluarga dari jenazah. Semuanya sedang menjalani karantina.
"Empat orang dikarantina di selter khusus Covid-19, dan satu lagi karantina mandiri di rumah karena harus menemani seorang bayi yang juga berkontak erat," terang dia.
Terdapat 28 orang warga yang berkontak erat dengan keluarga almarhum. Swab PCR sendiri dilakukan hingga empat gelombang.
Ketua RT 114 kampung Mayongan, Padukuhan Cagunan, Fajar Zainuddin menerangkan jika empat gelombang tersebut menyasar ke warga yang ikut memakamkan jenazah.
"Gelombang pertama ada 8 orang yang di-swab, dan hasilany lima orang positif. Gelombang kedua ada 1 orang, gelombang tiga ada enam orang dan gelombang empat [Jumat] ada 13 orang," jelas dia.
Fajar menjelaskan jika mulai dari gelombang dua hingga empat belum keluar hasilnya. Pihaknya masih menunggu.
Baca Juga: Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sleman, Sekda: Komunikasi Semua Lini Kita Perbaiki
Sebelumnya, kejadian tersebut cukup mengagetkan warga karena anggota keluarga tidak terbuka jika almarhum suspect Covid-19. Hal itu diketahui setelah mendapat kabar jika hasil swab jenazah terkonfirmasi positif Covid-19.
"Saya diberitahu jika almarhum terkonfirmasi Covid-19 lima hari setelah dinyatakan meninggal dunia. Meninggalnya tanggal 23 Mei 2021. Jadi masyarakat juga tidak tahu sebelum ada berita itu. Pertama itu saya sempat bertanya mengapa saat meninggal pukul 17.00 WIB, jenazah baru datang pukul 22.30 WIB. Setelah saya dekati pihak keluarga, antara pihak rumah sakit dan keluarga sendiri sempat eyel-eyelan," terang Fajar.
Fajar menjelaskan memang hasil dari Swab jenazah saat dinyatakan meninggal belum keluar. Namun pihak RS menjelaskan jika jenazah suspect Covid-19.
"Jenazah almarhum itu cenderung terpapar. Namun pihak keluarga tidak terima karena belum keluar hasilnya lalu tetap membawa pulang ke rumah dan berinisiatif menggunakan ambulans sendiri," ujar dia.
Sesampainya di rumah, dirinya memastikan kepada keluarga jika almarhum apakah terpapar atau diduga Covid-19.
"Sebelum menyiarkan informasi adanya warga meninggal, kami pastikan dulu ke keluarga menggunakan protokol kesehatan (Covid-19) atau tidak. Jawabannya tidak, berarti mboten nopo-nopo njih (berarti tidak apa-apa ya dimakamkan tanpa prokes Covid-19). Lalu kami menyiarkan untuk pemakaman seperti adat biasanya," ujar dia.
Berita Terkait
-
Evaluasi Penanganan Covid-19 di Sleman, Sekda: Komunikasi Semua Lini Kita Perbaiki
-
Makamkan Pasien Covid-19 Tanpa Protokol, Warga Mayongan Menyesal
-
Masih Lakukan Langkah Persuasif, Swab PCR Warga Trimurti Digelar Sabtu Pekan Ini
-
Pemda DIY: Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Harus Diusut Tuntas
-
Penolakan Pemakaman dengan Prosedur Covid-19 di Trimurti Terjadi Tiga Kali
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Langkah Nyata Dukung Akses Keuangan, BRI Perkenalkan Fitur Tarik Tunai Saldo GoPay di ATM & CRM
-
Lagi! Pencurian Gamelan Terjadi di UGM, Diduga Pelaku yang Sama Beraksi di Kampus Lain
-
Campak di DIY Masih Mengancam, 112 Kasus Ditemukan, Dinkes Percepat Vaksinasi untuk Cegah Penularan
-
Dari Jalanan ke Sawah, Kisah Petani Punk Gunungkidul yang Kini Pasok Dapur MBG
-
Peringati Hari Lahir Mendiang Istri, Bos Rokok HS Bangun Masjid di Lokasi Kecelakaan Kulon Progo