SuaraJogja.id - Kamis (10/6/2021) kemarin, jumlah warga Gunungkidul yang terpapar virus Covid-19 mengalami lonjakan cukup drastis, bahkan mencapai rekor tertinggi. Pemicunya adalah munculnya beberapa klaster baru di Kapanewon Panggang, Karangmojo, dan juga Playen.
Dinas Kesehatan menyebutkan, klaster baru yang ditemukan di Kapanewon Panggang adalah klaster hajatan dan juga keluarga. Kedua klaster tersebut muncul di kalurahan yang sama, yaitu Kalurahan Girisekar. Kini upaya tracing terus dilaksanakan oleh petugas Puskesmas setempat.
Lurah Girisekar Sutarpan, ketika dikonfirmasi, membenarkan di wilayahnya muncul dua klaster baru, yaitu klaster hajatan dan klaster keluarga. Saat ini jumlah warga yang terpapar Covid-19 di wilayah Girisekar mencapai 26 orang. Puluhan orang tersebut tersebar di tiga pedukuhan.
"Di Pedukuhan Jeruken ada 16 warga, Pedukuhan Warak dan Krambil 10," paparnya, Jumat (11/6/2021) pagi, ketika dikonfirmasi.
Sutarpan menyebutkan, sebanyak 16 warga di Pedukuhan Jeruken dinyatakan positif Covid-19. Jumlah warga yang terpapar cukup banyak karena mereka baru saja membantu salah satu warga yang menggelar hajatan.
Usai hajatan ternyata ada salah satu warga yang mengeluh tidak enak badan. Warga itu kemudian memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan setempat. Karena menunjukkan gejala mengarah ke Covid-19, maka dilakukanlah uji swab.
Setelah dilakukan pemeriksaan swab, hasilnya positif Covid-19, sehingga tracing dilakukan kepada 15 orang kontak erat, dan hasilnya secara keselurahan positif Covid-19, termasuk warga yang menggelar hajatan.
"Tracing kontak erat dilakukan kepada sebagian warga sekitar yang terlibat dalam acara hajatan tersebut," ungkapnya.
Tracing kemudian berlanjut kepada anggota keluarga yang terpapar positif, termasuk puluhan warga yang terlibat membantu di acara hajatan warga tersebut. Tracing dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR kepada mereka.
Baca Juga: Duh! Klaster Takziah Ditemukan di Kendal, 93 Orang Terpapar Covid-19
Tak hanya di Jerukan, klaster pun muncul di Pedukuhan Warak dan Krambil. Setidaknya ada 10 orang terpapar Covid-19. Mereka tersebar di beberapa RT, di antaranyan RT 8, 9, 10, 11, 12, dan 13. Tim satgas Penanganan Covid-19 Kalurahan menyebutnya klaster keluarga.
Sutarpan menjelaskan, munculnya klaster keluarga tersebut bermula ketika ada tamu dari Kabupaten Sleman yang berkunjung ke wilayah tersebut. Selang beberapa saat kemudian, ada warga yang mengeluhkan sakit dan kemudian diuji swab dan dinyatakan positif.
"Tracing terus kami lakukan," paparnya.
Kini pihaknya melakukan pembatasan sosial di ketiga pedukuhan tersebut dan melarang kegiatan sosial masyarakat. Semua kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah banyak sementara tidak diperkenankan.
Langkah antisipasi dilakukan relawan kalurahan dengan meminta warga melakukan isolasi dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Isolasi wilayah dilakukan, tetapi akan terlebih dahulu dimusyawarahkan bersama tokoh setempat.
Bantuan permakanan berupa paket sembako pun langsung didistribusiakan kepada warga yang telah dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, APD berupa masker juga diberikan kepada warga setempat.
Berita Terkait
-
Duh! Klaster Takziah Ditemukan di Kendal, 93 Orang Terpapar Covid-19
-
Dendam Membara Suaminya Digoda, Wanita Labrak Biduan yang Lagi Nyanyi di Hajatan
-
Usai Ditemukan Klaster Lamaran di Sregan, Warga Desa Brangkal Bakal Dites Swab Massal
-
Usai Klaster Takziah dan Pabrik Tas, Belasan Santri di Playen Positif Covid-19
-
Muncul 800 Klaster Covid-19 di Jakarta Saat Lebaran, 1.400 Orang Positif Corona
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kemarau Diprediksi hingga Desember, Kulon Progo Perpanjang Siaga Kekeringan
-
Cara PIMPASA Imigrasi Yogyakarta Cegah Perdagangan Orang Lewat Pangan dan Wayang
-
Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja
-
Warganet Khawatir Girder Tol Jogja-Solo Rawan Roboh, Kontraktor Beri Penjelasan
-
Kasus Keracunan MBG Berulang di Jogja, Orang Tua Unjukrasa Desak Proses Hukum SPPG