SuaraJogja.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta melakukan kegiatan penutupan reklame minimarket yang ada di Jalan Cik Di Tiro No 12. Hal tersebut dilakukan lantaran pemilik usaha tidak memiliki izin untuk memasang reklame tersebut.
Kepala Bidang Penegakan Hukum Perundang-undangan, Christiana Suhantini mengatakan jika pihaknya melakukan jemput paksa dengan bantuan dari kepolisian. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan panggilan kepada pemilik usaha yang belum lama dibuka tersebut untuk datang ke Kantor Satpol PP.
"Yang bisa dilakukan oleh Satpol PP hanya penegakan reklamenya tidak berizin. Kalau kaitannya dengan usaha kita gak bisa nutup," kata Chris saat ditemui di lokasi Jumat (18/6/2021).
Pihaknya hanya bisa melakukan tindakan terhadap pelanggaran reklame yang tidak berizin dengan melakukan penutupan. Sedangkan untum tempat usahanya sendiri, berada di luar kewenangan Satpol PP. Chris mengakui, jika satu-satunya cara untuk memberikan efek jera adalah dengan menutup reklame milik tempat usaha tersebut.
Sebelumnya, pihaknya sudah memberikan surat panggilan kepada penyidik BPNS yang ada di kantor Satpol PP. Panggilan dilakukan tiga kali, yakni pada 6 Mei 2021, 27 Mei 2021 dan 24 Juni 2021 mendatang. Dua panggilan sebelumnya tidak dipenuhi oleh pihak yang bersangkutan tanpa ada alasan atau klarifikasi.
"Satu kali tidak hadir, dua kali tidak hadir, baru kita lakukan dengan jalan seperti ini," kata Chris.
Penutupan reklame akan dilakukan sampai pihak bersangkutan datang ke kantor dan mengurus perizinan. Chris juga menilai, dengan penutupan reklame menggunakan stiker bertuliskan reklame tak berijin tersebur, pemilik tempat usaha bisa memenuhi panggilan ke kantor.
Pemilik usaha dinilai melanggar ijin penyelenggaraan reklame yang diatur dalam Perda Nomor 2 tahun 2015 Pemerintah Kota Yogyakarta. Semenstinya sebelum memasanh reklame, pemilik mengurua ijin terlebih dahulu ke DPMP. Selain pelanggaran reklame, Chris menyampaikan jika pihaknya juga melakukan pemanggilan terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Nanti kita antarkan sampai ke sidang tipiring," imbuhnya.
Baca Juga: Cegah Kerumunan, Pemkot Jogja Siapkan Aturan Penjualan dan Pemotongan Hewan Kurban
Chria menyampaikan jika pihaknya akan mendampingi perkara ini sampai ke sidang tipiring. Jika kedepanya pemilik usaha sudah memiliki ijin, maka stiker penutupan tersebut boleh dilepas. Namun, Chris menegaskan pemilik usaha harus melepas sendiri stiker tersebut. Jika stiker dilepas tanpa perijinan, Chris mengaku akan mendatangi lagi usaha tersebut.
Dalam satu bulan ini, Satpol PP sudah melakukan jemput paksa sebanyak dua kali. Satu lainnya merupakan reklame usaha makanan di Jalan KH Ahmad Dahlan. Meski tidak marak tapi Chris mengakui jika pelanggaran serupa masih terus terjadi di wilayah Kota Yogyakarta.
Berita Terkait
-
Dua Tahun Gak Bisa Mudik ke Malang, Sal Priadi Tulis Pesan di Papan Reklame
-
Oleng Tabrak Reklame, Mobil Warga Dusun Kauman Terbalik
-
DPRD Anggap Reklame di Monumen Pesawat MIG-17 Fresco Menabrak Aturan
-
Duh, Reklame Iklan Rokok di Monumen Pesawat Tak Kantongi Izin Resmi
-
Banyak Papan Reklame di Gejayan Tak Tertib, DPUPKP Bakal Lakukan Pembinaan
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku