SuaraJogja.id - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman terus melakukan pengawasan dan pembinaan kepada reklame yang terpasang tidak sesuai aturan. Tercatat selama 2021 saja, DPUPKP telah menerbitkan sejumlah surat peringatan dan penetapan bongkar.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pendataan, Pembinaan dan Pengawasan Bangunan, Amperawan Kusjadmikahadi saat dikonfirmasi awak media, Rabu (7/4/2021).
Disebutkan Amperawan, pada kegiatan pengawasan reklame sepanjang 2021 atau tepatnya pada Januari hingga April, DPUPKP Kabupaten Sleman telah menerbitkan Surat Peringatan sebanyak 6 titik. Tidak hanya itu, penerbitan surat penetapan bongkar juga dilakukan di sebanyak 15 titik.
"Titik lokasi tersebut berada di ruas jalan perempatan sagan, Jl. Seturan, JI. Kronggahan, Jl. Godean dan Jl. Kaliurang," kata Amperawan.
Amperawan menjelaskan penerbitan surat peringatan dan penetapan pembongkaran tadi selanjutnya ditindaklanjuti oleh pemilik. Dari jumlah tadi, sudah tercatat pemilik yang membongkar reklamenya di tujuh titik.
"Untuk tahun 2021 DPUPKP merencanakan pembinaan kepada pemilik konstruksi reklame di ruas Jl. Gejayan pada bulan Juli atau Agustus," ucapnya.
Diungkapkan Amperawan bahwa kegiatan pengawasan reklame juga dilakukan pada tahun 2020 lalu. Sepanjang tahun lalu itu DPUPKP Kabupaten Sleman juga telah menerbitkan puluhan surat peringatan hingga penetapan bongkar.
"Pada kegiatan pengawasan reklame tahun 2020, DPUP KP telah menerbitkan Surat Peringatan sebanyak 87 titik, lalu ada Surat Peringatan Il sebanyak 4 titik, dan Penetapan Bongkar sejumlah 49 titik," tuturnya.
Titik lokasi tersebut berada di beberapa ruas jalan yang ada di wilayah Sleman. Mulai dari ruas jalan Jl. Kaliurang; Ring Road Utara; Ring Road Barat; JI. Colombo; Jl. Raya Tajem; JI. Seturan; JI. Laksda Adisucipto; JI. Affandi; JI. Magelang; Jl. Palagan; Jl. Pakem - Kalasan hingga JI. Timoho Utara.
Baca Juga: Link Live Streaming PSS Sleman Vs Persebaya Surabaya
Tindak lanjut dari penerbitan surat tersebut, kata Amperawan terdapat pemilik yang melakukan pembongkaran atau menyesuaikan dengan dengan jumlah 22 buah. Namun ada juga reklame yang dibongkar oleh pemerintah daerah sebanyaj dua buah.
Guna lebih menegaskan lagi terkait reklame tersebut, DPUPKP juga telah melaksanakan pembinaan kepada pemilik konstruksi reklame pada bulan Maret lalu.
"DPUPKP pada bulan Maret melaksanakan pembinaan kepada pemilik konstruksi reklame yang berada di ruas jl Colombo- Samirono, dengan rincian dari pemilik usaha sebanyak 57 peserta undangan dan Biro Advertising sebanyak 13 peserta
undangan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
YOGYAKOMTEK 2026 Resmi Dibuka, Pameran Komputer Terbesar di DIY
-
Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT
-
Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan
-
Pestapora 2026 Siap Makin Meriah, BRImo Bawa Program Spesial
-
Cak Nun hingga Eross Sheila on 7, Jejak 77 Tahun MUHI Yogyakarta Diabadikan dalam Buku